19 May 2010

Sedikitnya 47 negara mengeluarkan peringatan larangan terbang warganya ke Thailand menyusul situasi keamanan yang rapuh. Puluhan ribu warga menganggur. BANGKOK – Kerusuhan di Bangkok yang berlangsung cukup lama berimbas langsung ke sektor perekonomian negara itu. Jika kerusuhan memburuk dalam beberapa waktu ke depan, dampak ekonominya diperkirakan menyebar hingga sejumlah negara tetangga.

Berdasarkan prediksi Lembaga Riset Kasikom (KRC) seperti dikutip laman Bangkok Post, Selasa (18/5), total kerugian ekonomi yang dialami Thailand sejauh ini berkisar 53 miliar hingga 230 miliar baht atau sekitar 14,9 triliun-64,7 triliun rupiah.

Hal itu mungkin dapat menyebabkan krisis ekonomi kedua di negara itu sejak resesi terparah pada 1997. Padahal,pemerintah Thailand menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini 6,2 persen. Sektor pariwisata menjadi korban baru selain 37 orang” tewas dan ratusan lainnya terluka dalam kerusuhan berkepanjangan itu. Media yang terbit di negara itu memperkirakan sedikitnya 63 ribu tenaga kerja di seluruh Thailand menganggur, terutama di industri hoter dan pariwisata.

Akibat bentrokan antara demonstran “Kaus Merah” dan aparat keamanan, Thailand diperkirakan kehilangan pemasukan 80 miliar baht atau sekitar 22,5 triliun rupiah. Ini karena sedikitnya 47 negara mengeluarkan peringatan larangan terbang warganya ke Thailand menyusulsituasi keamanan yang rapuh. Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Chumpol Silpa-archa mengungkapkan jumlah turis yang berkunjung ke negaranya turun sekitar 33 persen. Chumpol memperkirakan jumlah kedatangan penumpang di Bandara Suvar-nasbhumi, Bangkok, turun dari 30.000 orang menjadi 20.000 orang setiap harinya.

Dia menambahkan, sedikitnya 19 negara telah melarang warganya mengunjungi Thailand saat ini. “Jumlah turis turun cukup signifikan. Pemerintah berharap sektor pariwisata akan meningkat. Namun, saat ini, hal itu sangat sulit karena turis asing berpikir bahwa kerusuhan bakal meluas di negara (Thailand),” papar Chumpol.

Selain industri pariwisata, sektor investasi terancam terganggu akibat kerusuhan politik. Analis memperkirakan dana investasi asingyang ditarik kembali dari Thailand sejak pekanlalu mencapai 500 juta dollar AS. Bahkan, total investasi asing yang ditarik pada Senin (17/5) mencapai 130 juta dollar AS. Sementara itu, pelaku bisnis di Malaysia mulai mewaspadai kerusuhan di Thailand. Mereka khawatir jika situasi politik di Thailand kian tak menentu, dampaknya akan menyebar hinggake Malaysia. Hingga saat ini, Federasi Manufaktur Malaysia ; I MM terus memantau perkembangan di Thailand.

Kecemasan tersebut cukup beralasan. Pasalnya, sebagian besar anggota FMM menjalankan bisnisnya di Thailand. Mereka biasanya para pelaku usaha di sektor otomotif dan industri berbasis komoditas karet

Sikap Maskapai

Menyusul situasi keamanan di Bangkok yang tak kunjung stabil, maskapai penerbangan Jepang Airlines (JAL) memutuskan memangkas jadwal penerbangan menuju Bangkok mulai Juni mendatang.

Maskapai asal Jepang itu bakal mengurangi separo jadwal penerbangan dengan rute Osaka-Bangkok dan Nagoya-Bangkok selama Juni mendatang.

JAL menyatakan perusahaannya akan mengurangi jadwal penerbangan dari Osaka dan Nagoya ke Bangkok menjadi tujuh dari 14 per pekan setelah permintaan tiket penerbangan menuju Thailand menurun drastis. JAL menambahkan, kerusuhan di Thailand menjadi penyebab menurunnya jumlah penumpang yang ingin terbang ke Bangkok.

Langkah JAL ini menyusul kebijakan serupa yang diterapkan maskapai penerbangan Australia, Qantas Airways. Perusahaan itu bahkan membolehkan penumpang membatalkan penerbangan ke Thailand tanpa terkena penalti.

mad/AFP/Rtr/E 3

Iklan