Posts from the ‘Uncategorized’ Category

Wallpaper dan gambar Ramadhan Keren

Menjelang Bulan suci Ramadhan tahun ini yang Insya Allah akan dilaksanakan sekitar Minggu kedua bulan Agustus, seyogyanya kita mempersiapkan banyak hal untuk itu terutama masalah ilmu, agar ibadah kita benar dan diterima oleh Allah Subhanahu wata’la,

dan untuk lebih menyemarakan suasana Ramadhan mari kita berikan segala sesuatunya dengan sentuhan ramadhan, salah satu nya ganti wallpaper-wallpaper Anda dengan wallaper ramadhan, berikut ini saya coba kumpulkan Wallpaper-wallpaper gambar bulan ramadhan terpilih :

by ~rizviGrafiks

by mustange

by Nice-bird

by ~Bint-M7amad

by hatorimodo

by mustange

by javageget

by ~noor-maryam

by ~munta9er

by alsenaffy

by hasankaz

by ~aLaQ

by mustange

by DonQasim

by ~rawaea

by aLaQ

silakan download yang anda suka, semoga wallpaper-wallpaper bulan ramadhan ini bisa menambah keindahan dan suasana gembira kita menyambut bulan Ramadhan amiin ..

Iklan

Ibu, Aku Selalu Mencintaimu

23 Nov

Oleh Halimah

Ibu…

Saat kanak-kanak dulu, ada sebuah peristiwa yang membuatku sangat takut. Tapi Bu…Engkau datang melindungiku. Mungkin Ibu lupa, tapi aku akan mengenangnya sebagai bagian dari lukisan indah darimu.

Peristiwa itu terjadi kira-kira saat aku berusia enam tahun, dan telah duduk di bangku kelas satu sekolah dasar. Pada saat itu, siang hari, Ibu akan pergi ke sebuah acara. Sebelum pergi, ibu telah memberiku sebuah pengertian agar tidak naik di meja belajar kakak. Ibu juga telah memberikan alasannya.

Saat itu, aku sangat senang bermain di atas meja. Tapi saat meja kakak telah diberi selembar kaca, dengan tujuan memudahkannya menulis ataupun menggambar di atasnya. Karena memang permukaan meja belajar kakak tidak begitu mulus. Jadi memberikan selembar kaca di atasnya dengan harapan membantu proses belajar kakak akan menjadi lebih baik.

Janji telah terikrar mantap, untuk tidak menyentuh daerah terlarang. Tapi berlaku hanya untuk beberapa saat. Saat tidak ada satu pun penghuni rumah, ternyata aku lupa dengan janji. Selanjutnya naik ke atas meja belajar, dan memeragakan gaya seorang penyanyi cilik, Chicha Koeswoyo. Saat itu penyanyi tersebut lagi digandrungi oleh teman-temanku bahkan diriku pula.

Apa yang terjadi?

Tentu saja kaca di atas meja tersebut terbelah menjadi dua bagian. Aku terhenyak! Ternganga! Tidak tahu apa yang akan aku lakukan. Aku mengingat janjiku. Badan pun dibasahi oleh keringat yang mengucur. Aku takut pada Ibu, juga pada kakakku. Rasanya aku ingin tenggelam di dalam bumi saja! Aku tahu aku salah, tapi aku tidak tahu akan berbuat apa saat itu. Lama aku merasakan sebuah penyesalan, tapi aku tetap tidak menemukan jalan keluar. Akhirnya aku tertidur di samping meja tersebut.

Ibu,

Saat aku terbangun, aku tidak langsung membuka mata. Aku mendengar suara Ibu yang memberikan argumentasi tentang keadaan itu. Kakakku terdengar sangat marah. Tapi ibu mengatakan, “Coba lihat adikmu itu! Dia masih polos! coba lihat, dia tertidur di samping mejamu. Pasti dia sangat kebingungan, karena telah berbuat salah.

Kejadian itu membuatku semakin tahu, bahwa Ibu akan selalu ada untukku. Aku merasakan “belaian” pembelaan darimu. Aku ingin melompat dan memelukmu saat itu. Tapi tak mungkin aku lakukan, karena aku pura-pura masih tertidur, padahal aku mendengar semua pembicaraan kalian.

Ibu,

Kenangan itu masih ada di sini, di dada ini. Ternyata betapa banyak hal yang dulunya kita lalui bersama, tapi saat kebersamaan itu ada, aku tidak begitu tahu “pahatan indah” apa saja yang telah aku dapatkan darimu, Bu. Karena aku hanya merasa, itu hanyalah sebuah kejadian yang memang harus ada.

Ibu,

Saat ini, setelah aku dikarunia tiga orang putera. Mengasuh dan mendampinginya dengan segenap kasih, membuatku menjadi tahu dan mengerti tentang apa yang telah Ibu lakukan padaku. Kasihmu, perlindunganmu dan airmatamu telah banyak tercurah hanya untukku.

Ibu,

Maafkan aku, karena ternyata seringkali aku tidak memahami apa yang Ibu inginkan dariku. Karena apa yang Ibu inginkan dariku seringkali tidak sesuai nalarku saat aku masih di sampingmu. Aku hanya seorang anak yang belum banyak mengenal dunia pada saat itu, dan perlu banyak belajar untuk dapat sampai pada tahap sepertimu, Bu.

Ibu,

Walau Ibu telah tiada, Aku selalu mencintaimu. Cinta yang tak mungkin pudar oleh waktu. Karena cinta yang aku rasakan darimu membuat diriku mengerti, apa arti dari cinta seorang yang memberi tanpa mengharapkan balasan. Cinta yang mengakar kuat di dada ini, merupakan buah cinta yang telah engkau tanam bertahun lamanya dengan segenap kasihmu.

Sengata, 23 Oktober 2010

Halimah Taslima

Forum Lingkar Pena ( FLP ) Cab. Sengata

Sosok Bapak Tercinta

23 Nov

Oleh bidadari_Azzam

Beliau tak banyak bicara, namun jika mulai bercerita, pasti sulit menyudahinya. Wajahnya tampak sangar, kata teman-temanku. Namun jika beliau melempar senyum, maka keramahan yang tulus terpancar jelas di matanya. Penampilan beliau sangat necis, rapi sekali, sepatu tanpa debu, celana panjangnya mulus selalu, seperti usai disetrika. Yah, bapak yang sangat “dekat” denganku, sangat menjaga dan memperhatikan putra-putrinya. Salut dan bangga kami, bersyukur padaNYA yang mengirimkan kami seorang bapak sehebat beliau.

Kalian pasti tak tau bahwa di balik penampilan necisnya, beliau sangat mandiri. Celana mulus dan rapinya terkadang disetrika sendiri. Kemeja dan celana beliau selalu awet, tidak kusam, tidak kusut, tampak seperti baru walaupun sudah puluhan tahun dipakai. Bapak sering merendam pakaian sendiri, mencuci, mengangkat jemuran, menyetrika, bahkan memasak sendiri, padahal dinas kerjanya “shift-shift-an”, kadang pagi, sore ataupun malam, pasti lelah! Subhanalloh… Hal tersebut dilakukan beliau karena tergugah rasa hatinya untuk membantu sang istri yang saat itu memiliki anak-anak kecil dan bayi-bayi, enam putra-putri. Tetangga kanan kiri terbiasa melihat beliau menyapu teras, mengelap jendela atau sepeda motornya, juga membersihkan halaman, kadang-kadang bersama sang istri, mesra sekali bekerja sama saat berbenah seperti itu.

Kemudian ketika anak-anak sudah lumayan besar, barulah bapak mengajarkan mereka perlahan, Saya dan kakak diajarkan menyapu, mencuci piring, menyetrika dengan baik, dan pekerjaan rumah lainnya oleh beliau. Khususnya Saya yang hampir bontot, serta dijuluki si tangan pena gara-gara lebih rapi kalau menulis dibandingkan saat melipat pakaian atau urusan dapur, bapak mengajarkan ilmu “nyuci-nyetrika” saat Saya mulai masuk kuliah, pertama kalinya berpisah jauh dengan orang tua. Sejak kecil kala menerima raport dengan nilai terbaik sebagai juara, yang mengambil raport adalah ibuku sebab bapak sedang dinas. Namun yang namanya lebih beken adalah bapakku, sebab memang di kompleks perumahan kami, berita lebih cepat terdengar melalui bapak-bapak, yang satu shift kerja, satu tim olahraga, atau satu tim ronda.

Saya masih ingat, bapak sering memandikan anak-anaknya, terutama sore hari, kala ibu menyiapkan kudapan teh sore. Kemudian ketika kami satu persatu mulai lebih sibuk, kakak kuliah, ada yang s-m-a, s-m-p, Saya yang masih SD sering dijemput pulang sekolah. Ketika beliau sibuk menjemput kakak-kakak lainnya, Saya disuruh bersepeda ke sekolah dengan menyemangati bahwa olahraga sepeda sangat menyehatkan. Beliau nasehati untuk bersepeda bareng dengan tetanggaku yang satu sekolah. Kalau sepeda rusak, “mang Otong” sebagai mantan sopir beliau (yang berubah posisi menjadi pengayuh becak) akan menjemput Saya ataupun kakak lainnya. Berjalan kaki sering, terutama di siang hari. Bapak sangat protektif terhadap anak-anaknya, terutama empat putrinya. Jika kami pulang les atau ekskul namun hari menjelang maghrib, bapak dan ibu sudah menanti di depan pintu, sungguh perhatian mereka sangat besar dan mengharukan.

Makanya saya heran dengan remaja sekarang, kenapa mudah sekali bepergian di malam hari sendirian, dan jika orang tua menasehati, dikira “over-proteksi”. Saya pernah saling curhat dengan guru sekolah, guruku yang ramah dan baik hati, beliau berkisah bahwa papanya selalu mengantar-jemput sampai beliau lulus kuliah! Beliau harus melampirkan jadwal kuliah dan jadwal harian lainnya di rumah agar papa dan mamanya tau, dan jika pulang terlambat, akan dimarahi habis-habisan. Namun guruku ini sangat bersyukur, beliau mengerti kekhawatiran orang tuanya, apalagi dia berada di kota yang terkenal dengan istilah umum, “ayam kampus”. Sehingga beliau pun menasehati untuk banyak bersyukur karena memiliki orang tua yang penuh perhatian.

Untunglah bapakku tak segarang itu, bahkan marah pun jarang. Kalau beliau marah, pasti diam. Dan diamnya itu sangat mengerikan buat kami, seolah berkata “silakan urus diri kalian masing-masing”. Tentulah kami menjadi sangat segan padanya, tidak ingin membuaatnya marah atau terluka.

Setiap hari pulang kerja, bapak membawa telur rebus (direbus saat senggang di kantornya) dan susu UHT buatku dan adik. Kalau di antara kami sakit dan harus dirawat di rumah sakit, bapak yang sibuk mondar-mandir antara rumah dan rumah sakit, beliau meminta ibuku yang menjaga di rumah sakit, sedangkan urusan rumah, beliau yang mengambil alih, subhanalloh, rumah kami tetap bersih dan rapi, padahal tentulah lelah usai beliau bekerja seharian.

Selanjutnya tatkala 13 tahun lalu beliau bingung dengan kegigihanku ingin menggunakan hijab, namun beberapa bulan sebelum awal masuk sekolah yang baru, Bapak memberikan dana kepada ibuku, “belilah pakaian seragam baru dan kerudung seperti yang anakmu inginkan…”. Dugaanku, sahabat-sahabat beliau memberikan saran yang baik tentang ini.

Suatu peristiwa yang membuat bapak “mendiamkan Saya”, saat awal kuliah semester dua, Saya malah minta izin buat ujian SPMB lagi tahun berikutnya dan untuk menikah di usia yang baginya sangat belia. Saya dikira mengalami gangguan jiwa apalagi calon suami adalah mahasiswa berbeda pulau, berbeda latar belakang, ‘maisyah’ seorang mahasiswa tentulah tak seberapa. Bapak marah besar. Sikap beliau merasa seolah “ ada apa ini ? sehebat apa sih mahasiswa itu sehingga kamu ingin menikah padahal Bapak kan memenuhi semua keperluanmu”. Benar. Bergulirnya waktu di tahap khitbah itu, saat bapak masih syok dan belum sepenuhnya ikhlas, malah beliau perlahan mengajariku berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya, “sulit lho… ngurus suami, ngurus kuliah, ngurus anak pula…”, Saya melihat sikap beliau berusaha tegar. Dan mamandaku bercerita, “malam itu bapak menangis seraya berkata,’Saya sulit melepas anak perempuanku’…”. Di saat super sedihnya itu, beliau masih menyiapkan bekal cincin emas buat simpananku.

Atas kebesaran Allah SWT, Dia Sang Penjaga Hati setiap insan, selalu menjaga kemudahan dan kelancaran rumah tangga kami, yang mana dalam hitungan satu tahun pertama adanya puncak kesulitan mengatur emosi, memahami satu sama lain, serta menata jadwal perkuliahan dengan urusan rumah tangga yang saat itu memiliki si sulung Azzam yang baru lahir. Tatkala awal kelahiran si sulung, Bapak menggendongnya, seraya berbisik, “utamakan keluarga… suami dan anak-anakmu harus didahulukan daripada kuliahmu itu,” nada suaranya menasehati bercampur sedikit kecewa.

Namun tahun selanjutnya, semakin penuh senyum wajahnya melihat kesungguhan kami melalui tangga-tangga kehidupan berumah tangga. Saya kembali menikmati canda dan tawa bersama beliau, bersama motor kesayangannya, bersama menikmati pempek atau martabak kesukaan kami, apalagi beliau makin menjadi sosok bapak yang sholeh, 5 tahun lalu bapak dan ibu telah menunaikan rukun Islam yang kelima, dan awal tahun lalu kami berlibur ke negara tetangga, di suatu pulau yang dikelilingi pantai seraya menyambut cucu kesembilan baginya, yang baru kulahirkan. Suatu malam sebelum berangkat ke acara wisudaku, ibuku kembali berkata, “bapak menangis… (lagi)”. Dulu tangisnya mungkin merupakan kebingungan dan berkecamuk rasa kecewa padaku, namun tangis yang satu ini adalah tangis kebahagiaan, serta rasa syukur kepadaNya, “ternyata kamu memang anak wanita yang tetap bapak banggakan, pilihanmu dulu adalah jalan yang terbaik, malah merupakan petunjuk dan pelajaran buat orang tua,” seraya beliau panjang lebar memujiku dan suamiku atas tekad dan semangat juang dalam rumah tangga muda ini.

Suamiku yang sering menggoda, “kamu anak bapak banget…”, ternyata juga mengacungi jempol untuk bapak, “sekarang aku malah malu sekali kalau ingat kisah dulu, aku tau banget perasaan seorang bapak saat sekarang sudah jadi bapak. Dulu koq aku berani banget melamar kamu, padahal masih mahasiswa, cuma jagain lab plus ngajar privat doank, ehhh…trus sok dewasa bilang ‘atas nama Allah’ Saya akan jaga anak bapak…ckckck…untunglah punya bapak yang pemaaf dan selalu optimis, ya mi… aku mungkin tidak sehebat bapakmu, mi… Kata bapak, semasa anak-anaknya balita, kalau susah BAB(buang air besar), maka bapak sendiri yang melakukan cara manual (maaf, mengisap bagian anus agar ada reaksi ingin BAB, maksudnya begitu), kalau anak-anaknya ingusan/pilek, bapak menghisap ingus tersebut sampai benar-benar bersih, kalau anak-anaknya terluka, bapak isap juga darah tersebut lalu beliau meludah, barulah ditutup dengan obat luka. Kalau aku,mungkin masih merasa jijik melakukan itu, mi… sorry… “, urainya. Duhai Bapak tercinta, terima kasih banyak atas dukunganmu di saat orang lain tidak mendukung kami…

Dalam sebuah hadits Al-Bukhari, diriwayatkan dari Aisyah ra. : seorang ibu bersama dua orang anak perempuannya menemuiku untuk meminta (sedekah), namun ia tidak menemukan apa pun padaku kecuali sebuah kurma yang kuberikan kepadanya dan ia bagi dua untuk anak-anaknya, sedangkan ia sendiri tidak memakannya, setelah itu ia pun bangun dan pergi. Kemudian Nabi Muhammad Saw menemuiku dan kuberitahukan kejadian itu kepadanya. Maka Nabi Muhammad Saw bersabda, “siapa pun yang diuji dengan anak-anak perempuannya dan ia menyenangkan mereka dengan kebajikan maka anak-anak perempuannya akan menjadi perisai mereka dari api neraka”.

Duhai bapak, saat orang lain merasakan jauh dengan orang tuanya, efek globalisasi yang membuat hubungan orang tua dan anak merenggang, malah engkau tetap harmonis bersama anak-anakmu, Terima kasih Ya Allah, engkau memberikan bapak terbaik buatku.

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa menanggung dua anak perempuan hingga baligh, ia akan datang pada hari kiamat bersamaku’. Rasulullah SAW lalu menyatukan jari-jari beliau.” (HR. Muslim, no. 2631)dalam riwayat Imam Ahmad dll juga disebutkan kata “dua atau tiga anak perempuan…” serta “atau saudara perempuan”, Semoga kami selaku anak-anak perempuan dapat menjadi ‘simpanan akhirat’ sebagaimana sabda Rasulullah SAW tersebut.

Wallohu’alam…

(Selamat hari Lahir Bapak kami yang bangga memiliki 2 putra dan 4 putrinya, 65 tahun, dengan 9 cucu, tanpa uban, iringan doa ananda selalu, Krakow, akhir September 2010)

Dzikr Clothing, Kisah Mualaf yang Ingin Berdakwah Lewat Kaos

23 Nov

Banyak cara mendapat hidayah, bisa lewat buku, teman, atau pun selembar kaos. Nah, dari yang disebutkan terakhirlah, seorang mualaf bernama Febby Dwiantara ingin mensyiarkan dakwah Islam ke banyak orang. Siapa sangka, “dakwah sederhananya” malah dapat diandalkan menjadi bisnis menguntungkan.

Silaturahim Menuai Rezeki

Banyak bersilaturahim, anjangsana, dan menambah teman rupanya juga dapat mendatangkan rezeki. Seperti yang dialami Febby saat mengikuti pameran Inacraft di Jakarta Convention Center tahun 2009 lalu.

Febby waktu itu masih bekerja sebagai desainer di sebuah perusahaan Event Organizer di Bandung yang salah satu bisnisnya adalah memproduksi kaos muslim. Rupanya, karena sering mengikuti pameran, Febby banyak kenal dengan karyawan di JCC, terutama di Masjid Al-Ijtima’ yang berada di basement JCC.

Salah satu karyawan tersebut kepincut dengan kaos bikinan Febby dan minta dibuatkan dengan harga yang lebih murah. Dari situ, ide untuk memproduksi kaos muslim sendiri mulai terbersit di benak Febby.

Febby Dwiantara terlahir dari keluarga Hindu di Bali. Ayahnya termasuk orang penting di desanya. Selayaknya tradisi Bali yang menganut patrilineal, ayah Febby pun berharap dapat mewarisi budaya dan adat keluarga Bali, seperti menjaga pura, kepada anak laki satu-satunya, yakni Febby.

Namun, takdir berkata lain. Semenjak berkenalan dengan teman-teman muslim di kampusnya, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Febby semakin bimbang dalam menekuri agama yang dianutnya selama ini. Dalam kegamangan itu, ia sempat ke gereja, dan banyak membaca buku tentang Islam juga. Rupanya, Allah swt memberi hidayah kepadanya lewat teman-teman satu kost-nya.

Ada beberapa teman yang rajin sholat dan itu membuat Febby semakin tertarik kepada Islam. Akhirnya, sebelum hijrah ke Bandung untuk bekerja, Febby mengikrarkan dua kalimat syahadat. Tak berapa lama di Bandung, Febby menikah dan pindah ke Jakarta.

Saat itu, kaos bikinannya dengan brand Dzikr Clothing sudah mulai dirintis sejak September 2009. Agen pertamanya adalah karyawan JCC tadi yang langsung order 100 kaos. Melalui poster yang ditempelnya di Masjid al-Ijtima’, seseorang dari Singapura pun tertarik untuk menjadi agen.

Tak tanggung-tanggung, ia mengorder kaos-kaos Febby dengan harga eceran Rp75 ribu karena di Singapura akan dijual dengan harga 3 kali lipat (sekitar Rp250 ribu). Mulai saat itu, Febby pun kebanjiran order.

Dakwah Lewat T-Shirt

T-Shirt memang bisa menjadi alat propaganda yang efektif. Seperti di Israel yang para remajanya menggunakan kaos sebagai media propaganda anti-Palestina, Febby pun ingin agar kaos bikinannya dapat berguna sebagai media syiar Islam.

Pria yang baru dapat momongan ini tidak ingin berdakwah dengan cara konvensional, seperti taklim, khutbah, dsb. Sebaliknya, lewat desain kaos yang dibuatnya dengan sederhana, sedikit kata-kata tapi bermakna, membuat orang lebih terpincut untuk kembali ke nilai-nilai Islam.

Dalam hal content desain, Febby juga tidak bisa macam-macam. Ia hanya mendesain yang kira-kira sudah ia lakukan, misalnya sedekah, sholat dhuha. Sadar sholat tahajudnya masih bolong-bolong, Febby belum berani mengeluarkan desain bertema tahajud. Begitulah atmosfir dakwah yang diserap Febby dalam bisnisnya, yang juga ingin ditularkannya ke orang lain.

Febby (kedua dari kiri) bersama rekan-rekan artis saat pameran di Yogyakarta. Banyak artis yang jadi pelanggan Dzikr Clothing, selain Mpok Nori dan Mail ‘OB’, Gilang Ramadhan dan Uje juga mengenakan Dzikr Clothing

Desain kaos-kaos bikinan Febby beragam, mulai dari plesetan dengan menggunakan simbol yang mirip dengan logo-logo terkenal hingga kata-kata sederhana yang dinukil dari hadits maupun para ulama.

Pernah ada seseorang yang sering merengut, begitu baca tulisan di kaos Dzikr Clothing, “Smile for your sister is shodaqoh”, dia langsung berubah menjadi ceria. Itulah hidayah, bisa datang dari mana saja. Febby pun senang jika kaos bikinannya dapat mengantarkan seseorang menggapai hidayah. Namun, lain halnya dengan pembajakan.

Pernah suatu kali, Febby memergoki orang yang memakai kaos dengan desain Dzikr Clothing tapi dengan warna kaos yang beda. Meski agak kesal dan mulai ‘ngeh’ bahwa ada pesaing, Febby tetap bersyukur dan menjalani bisnisnya dengan mempercayai bahwa rezeki itu di tangan Allah swt, tiap-tiap manusia sudah ditetapkan rezekinya dan tidak akan tertukar.

Demi terus berusaha menjemput rezeki, Febby mengoptimalkan web Dzikr Clothing dan memperkenalkan brand miliknya dengan mengikuti pameran-pameran di seluruh Indonesia. Dari pameran tersebut, banyak yang mendaftar menjadi agen dan brand awareness masyarakat terhadap Dzikr Clothing juga semakin tinggi, bahkan ada seorang bule (turis luar negeri) t-shirtholic yang tertarik dengan kaos Dzikr Clothing padahal dia non-muslim.

Mengenai produksinya, Febby mengandalkan sebuah konveksi di Bandung yang siap membuat puluhan lusin kaos yang didesain oleh Febby. Dengan menggunakan bahan kaos yang bermutu tinggi serta teknik sablon yang berupa-rupa, tak heran, jika Febby mematok harga jual kaosnya berkisar Rp75 ribu hingga Rp 150 ribu (untuk kaos couple).

Kaos Dzikr Clothing tak hanya untuk laki-laki (ikhwan), ada pula kaos untuk wanita (akhwat) dengan desain khusus sesuai tema seputar wanita. Selain itu, ada juga kaos couple yang dijual sepaket karena desainnya khusus.

Dari pameran ke pameran serta web yang dikelolanya, Febby dapat menggandeng beberapa agen yang menjadi sumber-sumber penghasilannya. Setidaknya, sudah ada 7 agen dan 5 outlet Dzikir Clothing yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Depok, Bandung, Surabaya, Solo, Sidoarjo, dan Singapura.

Meski baru setahun berdiri, Febby dapat menangguk omset hingga puluhan juta dari bisnis kecil-kecilannya tersebut. Ke depannya, Febby akan berinovasi dengan mengeluarkan produk Dzikirs, yakni untuk mewadahi segmen anak-anak dan sekaligus keluarga.

Febby percaya, bisnis kaos distro bikinannya tetap diminati pada tahun-tahun mendatang mengingat pasar anak muda di Indonesia masih sangat banyak. (ind)

Tanda-tanda Gunung Berapi Akan Meletus

Apa Tanda-Tanda Gunung Berapi Akan Meletus Tanda Alam Firasat Binatang Dan Tumbuhan. Terjadinya bencana alam gunung meletus pasti bukan kejadian yang ditunggu-tunggu, yah! Kalo bisa jangan terjadi, deh! Coba lihat video detik-detik Gunung Merapi meletus tahun 2010 dari Youtube yang memakan puluhan korban jiwa.

Nah, sebelum gunung meletus, biasanya alam akan memberi tanda-tanda. Seperti yang terjadi saat Gunung Krakatau meletus di tahun 1883. Ada banyak tanda yang bisa dirasakan oleh warga setempat.

Berikut ini 5 ciri atau tanda gunung berapi akan meletus:

Tanda yang pertama sudah sangat umum adalah gempa lokal biasanya disebut gempa vulkanik. Kalau muncul gempa di daerah gunung berapi, warga pun segera waspada.

Tanda yang kedua adalah banyak binatang yang turun dari gunung. Binatang tertentu dapat mendeteksi suatu getaran halus yang berhubungan dengan perubahan alam yang besar. Ternyata mereka punya firasat juga yah! Lihat aksi monyet dan burung yang langsung turun gunung saat Gunung Merapi akan meletus.

Tanda ketiga, meningkatnya suhu di sekitar daerah gunung berapi. Seperti yang terjadi pada Gunung Krakatau, suhu di di sekitar Jawa Barat menjadi lebih panas. Cairan magma yang terdapat di perut bumi sangat panas apalagi tekanan di daerah kawah gunung pun berubah jadi tinggi. Semakin dekat cairan itu menunju kawah gunung, suhu di sekitarnya pun akan berubah jadi lebih panas.

Tanda keempat, mata air di sekitar gunung akan mongering. Lihat tanda gunung akan meletus poin ketiga.

Tanda kelima, tumbuh-tumbuhan atau tanaman di wilayah gunung berapi akan layu dan mati kering.
Nah, kalau buat kamu yang tinggal di daerah gunung berapi, waspada yah, jika merasakan tanda-tanda alam di atas.

Sebagai tambahan, inilah 3 (tiga) macam atau tipe gunung berapi. Bila kamu berada di dekat suatu gunung berapi, coba dari sekarang amati bentuknya ya.

1. Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
2. Gunung berapi perisai (shield volcano)
3. Gunung berapi maar

Berikut adalah hasil dari letusan gunung berapi, diantaranya adalah :

Gas vulkanik
Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.

Lava dan aliran pasir serta batu panas
Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.

Lahar
Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.

Abu letusan
Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.

Awan panas
Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas (wedhus gembel) dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

sumber: kidnesia.com, wikipedia.org (sedikit modifikasi)

Tetap waspada akan bahaya letusan Gunung Berapi dan perhatikan ciri tanda-tanda Gunung Berapi akan meletus.

Gunung Galunggung Mulai Aktif, Gempa Vulkanik Meningkat

Gunung Galunggung Mulai Aktif Gempa Vulkanik Meningkat Info Terkini Gunung Galunggung Tasikmalaya Jawa Barat. Prediksi Gunung Galunggung meletus pasca letusan Gunung Merapi tahun 2010. Berita bencana alam terbaru setelah potensi Gunung Krakatau akan meletus Jakarta tenggelam oleh gelombang tsunami. Indonesia masih terus diguncang dan dilanda bencana nasional. Lihat video youtube prosesi pemakaman Mbah Marijan meninggal dunia wafat sujud.

Gempa vulkanik Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami peningkatan pada di Oktober ini dibandingkan September lalu. “Bulan September tercatat empat kali gempa, sedangkan memasuki akhir Oktober 2010 menunjukan peningkatan yang sudah tercatat 34 kali gempa vulkanik,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Galunggung, Heri Supartono, di Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (28/10)..

Meskipun aktivitas Gunung Galunggung Tasikmalaya mengalami peningkatan, menurut Heri, hasil kajian pengamatannya itu masih dalam batas normal, bahkan objek wisata Gunung Galunggung masih aman dikunjungi wisatawan. “Objek Cipanas Galunggung dari hasil pengukuran suhu air di tiga tempat kawasan gunung Galunggung Tasik hanya mencapai 55 derajat dan 62 derajat sehingga dinyatakan normal dan aman bagi pengunjung,” katanaya.

Dikatakan Heri, pihaknya akan terus melaporkan setiap perubahan kepada pemerintah daerah. Namun, ia menyayangkan hilangnya jalur lahar dan kawasan menampung lahar dingin akibat dampak dari galian C atau penambangan pasir. Padaahal, gunung itu masih aktif

Jika waktu yang tidak dipastikan terjadi letusan Gunung Galunggung Tasikmalaya Jabar, menurut Heri, penanganan bencananya tidak jelas. Bahkan tidak ada jalur evakuasi dan kawasan pengungsian. “Saya berharap pemerintah daerah mampu memberikan kebijakan dan mengendalikan keadaan disana, kemudian rencana penanganan bencana pun disusun dengan baik,” kata Heri. liputan6.com

Daftar 21 Gunung Berapi Tipe A dan B Di Indonesia Aktif Dalam Status Waspada Dan Siaga Siap Meletus

Di Indonesia, banyak ditemukan gunung api dalam kondisi aktif. Berdasarkan pantauan Pusat Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ESDM, ada 21 gunung api tipe A yang status keamanannya tidak normal. Lihat Video Youtube Letusan Gunung Berapi Terdahsyat Di Dunia Gunung Meletus Terhebat Sepanjang Masa.

“Catatan kita ada 18 gunung berapi yang berstatus waspada, 2 siaga dan 1 berstatus awas,” kata Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Berapi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus.

List 21 Gunung Api Indonesia yang aktif berstatus waspada dan siaga:

18 Gunung Berapi yang berstatus waspada

1. Gunung Sinabung (Karo, Sumut)
2. Gunung Talang (Solok, Sumbar)
3. Gunung Kaba (Bengkulu)
4. Gunung Kerinci (Jambi)
5. Gunung Anak Krakatau (Lampung)
6. Gunung Papandayan (Garut, Jabar)
7. Gunung Slamet (Jateng)
8. Gunung Bromo (Jatim)
9. Gunung Semeru (Lumajang, Jatim)
10. Gunung Batur (Bali)
11. Gunung Rinjani (Lombok, NTB)
12. Gunung Sangeang Api (Bima, NTB)
13. Gunung Rokatenda (Flores, NTT)
14. Gunung Egon (Sikka, NTT)
15. Gunung Soputan (Minahasa Selatan, Sulut)
16. Gunung Lokon (Tomohon, Sulut)
17. Gunung Gamalama (Ternate, Maluku Utara)
18. Gunung Dukono (Halmahera Utara, Maluku Utara)

2 Gunung Berapi yang berstatus siaga

1. Gunung Karangetang (Sulut)
2. Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara)

1 Gunung bersatus awas dan kini telah meletus, yakni Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta.
“Ada 21 yang statusnya waspada hingga awas, dari 68 gunung api bertipe A yang kami pantau,” sambung Agus.

Gunung tipe A adalah gunung berapi yang pernah bererupsi sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Sedangkan gunung berapi tipe B adalah gunung yang sesudah tahun 1600 tidak lagi mengalami erupsi. Gunung tipe C adalah gunung berapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, atau tidak ada catatan letusannya.

“Ini kami sampaikan agar masyarakat lebih waspada, karena gunung-gunung itu sering didaki, juga sering untuk jalan-jalan, banyak aktivitas warganya. Dengan pemberitahuan ini agar diperhatikan jika ada hembusan panas,” lanjut Agus.

Status bahaya level I atau aktif normal artinya berdasarkan pengamatan visual, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya tidak memperlihatkan adanya kelainan. Level II atau waspada berarti ada peningkatan kegiatan berupa kelainan yang tampak secara visual atau hasil pemeriksaan kawah, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya.

Di level III atau siaga, terjadi peningkatan pengamatan kawah secara visual, kegempaan dan metide lain yang saling mendukung. Sedangkan level 4 atau awas, letusan awal mulai terjadi berupa abu/ asap. Hal ini akan diikuti letusan utama. [detik.com]