Posts tagged ‘Lady Diana’

Pulau Moyo yang Masih Alami di Nusa Tenggara Barat, Indonesia

 

Pulau Moyo adalah salah satu objek wisata kelas dunia yang ada di Indonesia. Wisatawan mancanegara seperti Lady Diana dan Mick Jagger pernah diberitakan berlibur di Pulau ini. Pulau yang kecil, sepi namun memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

Berada 2,5 km Sebelah utara dari pulau Sumbawadi mulut teluk Saleh dengan luas + 30 Ha. Pulau Moyo mempunyai obyek wisata darat dan laut dan termasuk dalam kabupaten Sumbawa Besar provinsi Nusa Tenggara Barat, Pulau Moyo termasuk kawasan eklusif karena dikelola hanya oleh satu Resort yaitu Amanwana. Melihat keindahan pantai, laut dan alamnya, Pulau Moyo memang menawarkan ketenangan bagi penikmat keindahan alam bebas dan bawah laut. Keindahan dan keaslian alamnya pun membuat Pulau Moyo banyak diminati oleh wisatawan asing yang mencari ketenangan dalam berlibur.

RAGAM WISATA

Pulau ini juga dihuni 21 jenis kelelawar, burung, macaque, babi liar, rusa dan ular. Dengan kondisi alam yang masih sangat alami, tidak disarankan memasuki pulau ini tanpa pemandu. Karena ada kemungkinan bisa tersesat. “Namun anehnya, setiap kali ada yang tersesat, pasti tetap menemukan jalan ke luar sendiri. Entah “digiring” oleh burung atau kupu-kupu,” ujar Pak Maman, salah seorang pemandu di sini. Menurutnya lagi, “penghuni” (baca: makhluk halus) hutan di Pulau Moyo tidak suka mengganggu.

Hutan tropis pulau Moyo merupakan habitat kawanan rusa, sapi liar, babi hutan dan burung gosong (megapodius) yang dilindungi, juga terdapat air terterjun bertingkat mata jitu. Wisata baharinya menyediakan panorama bawah laut yang indah untuk kegiatan menyelam (Snorkling dan Skuba diving), bahkan mulai dari dermaga pulau moyo sudah dapat dilihat ribuan ikan kecil. Lady Diana dari kerajaan Inggris dan Prince William dari kerajaan Belanda pernah datang berlibur ke Pulau Moyo.

Objek wisata yang ditawarkan oleh Pulau Moyo cukup beragam diantaranya wisata air terjun, aneka burung langka dan keindahan bawah lautnya tentunya dengan didukung oleh akomodasi dengan standard internasional.

Kegiatan yang bisa kita lakukan disana antara lain Hiking di hutan, menyusuri sungai dan air terjun, serta wisata bawah laut merupakan suguhan tersendiri dari pulau ini. Namun bagi saya wisata bawah-airlah yang paling menarik. Berawal dari pantai berpasir putih itu, kita dapat ber-snorklingatau ber-skuba diving. Hanya sejauh 5 meter saja dari dermaga, ikan-ikan kecil yang lucu dan berwarna-warni itu sudah menampakkan dirinya.

Bahkan waktu saya snorkling disana, saya sempat melihat ikan pari kecil selebar kurang-lebih 50 cm. Lucu sekali mereka. Tidak hanya itu, berbagai macam bentuk, ukuran, dan warna-warni terumbu karang pun dapat dijumpai di taman bawah air disekitar Pulau Moyo. Dan satu lagi. Percaya atau tidak, saya juga melihat beberapa ikan terbang berlompatan di permukaan air.

Pulau Moyo juga merupakan “surga” bagi pencinta burung. Dari 124 spesies burung yang terdapat di Sumbawa, 86 jenis di antaranya berada di pulau ini. Spesies burung langka juga bisa Anda temukan di sini. Diantaranya adalah Kakatua berkepala kuning serta burung Gosong. Burung yang terakhir, memang unik karena mengandalkan tanaman dan ranting untuk menghasilkan panas selama masa inkubasi telurnya.

Begitu eksklusifnya Pulau Moyo membuat wisatawan harus menyiapkan biaya yang cukup besar untuk menikmatinya sehingga hal ini objek wisata ini jarang dikunjungi oleh wisatawan domestik.

TRIP TO MOYO

Untuk mencapai Pulau Moyo, anda dapat melakukan perjalanan udara dari Bali ke Sumbawa Besar yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 10-20 menit ke Ai Bari, sebuah kampung pesisir di Sumbawa Besar. Dari Ai Bari perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speedboat sekitar 15 menit ke Pulau Moyo

Jika anda tidak mendapatkan penerbangan ke Pulau Sumbawa, perjalanan dapat dilakukan dengan melakukan penerbangan ke Lombok. Dari Lombok anda dapat melakukan perjalanan darat dan melakukan penyebrangan dari pelabuhan Khayangan ke pelabuhan Tano yang kemudian dilanjutkan kembali dengan perjalanan darat ke Sumbawa Besar. Perjalanan tersebut dapat ditempuh kurang lebih 5 Jam dengan menggunakan mobil.

HOTEL

Hanya ada satu hotel yang berdiri diatas permukaan Moyo. Amanwana. Sebuah hotel bintang limayang menyuguhkan kemewahan dan privatisasi bagi kostumer mereka.

Amanwana hanya menyediakan 20 tent-cottage yang indah. Konsep yang ditawarkan adalah “back to nature”, tanpa ada suara bising dari televisi ataupun radio. Untuk bermalam disana, paling tidak kita perlu mengeluarkan uang sekitar US$ 700 per malam. Karena hal inilah banyak diantara wisatawan domestik jarang berliburan disini karena harus menyiapkan budget yang lumayan gede, jadi Pulau Moyo ini didominasi oleh wisatawan mancanegara.

Yang menjadi surprisenya lagi dari pulau Moyo adalah tempat ini berhasil memikat beberapa orang “besar” sekaliber Lady Diana dan Mick Jagger untuk berlibur. Jadi tidak salah jika pulau moyo masuk ke dalam 100 besar tempat honey moon terbaik di dunia. Nah, seandainya Anda menyukai suasana tenang nan damai yang jauh dari bisingnya hingar bingar kota, atau ingin menikmati bulan madu yang istimewa, Anda berminat untuk merasakan  sensasi di Moyo juga?

=wishnu.ab/farnaz=========

Pulau Moyo, Pulau Kecil Pemikat hati Lady Diana

Meskipun kecil, pulau yang sepi namun memiliki kekayaan alam yang luar biasa ini, berhasil memikat beberapa orang “besar” sekaliber Lady Diana dan Mick Jagger untuk berlibur. Pulau Moyo, sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Melihat keindahan pantai, laut dan alamnya, memang menawarkan ketenangan bagi penikmat keindahan alam bebas dan bawah laut.

Untuk mencapai Pulau Moyo sangatlah mudah. Perjalanan dengan mobil dapat ditempuh dari Sumbawa Besar ke Ai Bari, kampung pesisir yang terletak sekitar 20 km Utara Sumbawa Besar. Atau bila tidak ingin repot, Hotel Tambora dan Kencana Beach Hotel di Sumbawa Besar, bisa mengatur perjalanan menuju pulau ini. Ai Bari yang dalam bahasa Samawa berarti air asin, merupakan kampung nelayan yang miskin fasilitas, namun dari orang Samawa, Bajo dan Bugis yang menghuni daerah ini, sangat ramah.

Pulau Moyo Perjalanan dari Ai Bari ke Pulau Moyo dapat ditempuh selama lebih kurang 15 menit dengan speedboat, atau menggunakan kapal ketinting. Salah seorang nelayan yang selalu menyediakan transportasi ini adalah Pak Lahi yang sudah terbiasa menerima tamu asing, bahkan sering ditulis dalam berbagai buku panduan wisata!

Pulau Moyo memiliki variasi ketinggian dari 0-648 m di atas permukaan laut. Sebagai penanda masih lestarinya pulau seluas kurang lebih 30.000 hektar ini, ratusan kupu-kupu akan terlihat dari balik semak belukar, pepohonan atau di tengah padang savana. Pulau ini juga dihuni 21 jenis kelelawar, burung, macaque, babi liar, rusa dan ular. Dengan kondisi alam yang masih sangat alami, tidak disarankan memasuki pulau ini tanpa pemandu. Karena ada kemungkinan bisa tersesat. “Namun anehnya, setiap kali ada yang tersesat, pasti tetap menemukan jalan ke luar sendiri. Entah “digiring” oleh burung atau kupu-kupu,” ujar Pak Maman, salah seorang pemandu di sini. Menurutnya lagi, “penghuni” (baca: makhluk halus) hutan di Pulau Moyo tidak suka mengganggu.

Pulau MoyoBila berkunjung ke pulau ini, kita bisa melihat keindahan alam yang masih alami. Hutan yang indah dan nyaris tak tersentuh, air terjun dan sungai-sungai alami, serta keindahan bawah laut yang tiada habisnya. Selain hiking di hutan, menyusuri sungai dan air terjun, beberapa gua yang dapat dicapai dengan berjalan kaki, bisa menjadi alternatif kegiatan. Salah satunya adalah Gua Ai Manis yang harus dicapai dengan sedikit memanjat tebing. Gua ini tempat bersarangnya ratusan kelelawar. Selain itu, aktivitas lain yang bisa Anda lakukan adalah trekking selama dua jam yang bisa dimulai dari Labuan Haji, ke arah Air terjun Brang Rea (Sungai Besar) yang terletak di tengah pulau.

Pulau Moyo juga merupakan “surga” bagi pencinta burung. Dari 124 spesies burung yang terdapat di Sumbawa, 86 jenis di antaranya berada di pulau ini. Spesies burung langka juga bisa Anda temukan di sini. Diantaranya adalah Kakatua berkepala kuning serta burung Gosong. Burung yang terakhir, memang unik karena mengandalkan tanaman dan ranting untuk menghasilkan panas selama masa inkubasi telurnya.

Bila ingin snorkeling atau menyelam, kawasan sekitar pulau menawarkan berbagai keindahan bawah laut yang juga tak kalah menarik. Taman laut yang membentuk formasi karang lunak dan keras yang indah, bisa ditemukan pula sponge (spon) dan crustacea. Seorang wisatawan Belanda yang kebetulan baru saja selesai snorkeling, membagi pengalamannya. “Tadi saat snorkeling saya lihat hiu kecil berenang di sekitar pantai Ai Manis. Dan di sekitar tempat itu, pemandangan karangnya sungguh indah. Saya juga lihat belut,” ujar Karsten, wisatawan tersebut.

Pulau Moyo Pulau Moyo juga menawarkan keindahan alam bawah laut. Hampir keseluruhan pulau dikelilingi karang yang masih dalam keadaan baik dan belum rusak. Hiu dengan panjang kurang lebih dua meter, anemon, pelagik, belut, groupers bahkan manta, semua ada. Bila Anda ingin diving, Anda bisa melakukannya di sekitar Pulau Medang, yang terletak di Barat Laut Pulau Moyo. Anda bisa menghubungi Laguna Biru Resort yang berada di pinggiran kota Sumbawa Besar. Kapal pesiar dari Bali, Lombok atau bahkan mancanegara sering melakukan persinggahan di pulau ini. Pcrjalanan biasanya menyinggahi Pulau Moyo dan Pulau Satonda, pulau mungil di sebelah timur laut Pulau Moyo yang memiliki danau air asin di tengah pulau.

Selain jauh dari jangkauan wisatawan domestik, promosi tentang pulau Moyo masih sangat sedikit. Untuk berlibur ke sini, dibutuhkan ketersediaan waktu dan dana yang cukup lumayan. Namun, bila ada keinginan untuk melihat sebagian kecil keindahan negeri ini, Pulau Moyo adalah salah satu tempat yang patut dikunjungi. “Kalau kebetulan sedang beruntung, Anda bisa melihat sekelompok ikan terbang,” ujar Pak Lahi sambil menunjuk sekelompok ikan terbang yang sedang melompat dari dalam air ke atas permukaan.

Sumber: Majalah Tamasya