Archive for Maret, 2010

Multazam Berangkatkan Lagi 100 Jemaah Umroh

Setelah tanggal 9 Maret yang lalu memberangkatkan 67 jemaah umroh dari Medan, Multazam Wisata Agung Travel siap kembali memberangkatkan jemaah umroh pada tanggal 24 Maret dini hari ini dari Medan. Kali ini jumlah jemaah lebih banyak lagi, yaitu 100 orang yang berasal dari Medan dan sekitarnya, serta beberapa dari Jakarta.

Pada keberangkatan kedua ini, jemaah akan langsung didampingi oleh al ustadz Dr. H. Syafii Siregar, MA selama menjalankan umroh di tanah suci.

Jemaah mengikuti program umroh reguler 9 hari dan 14 hari. Menurut rencana jemaah akan menjalankan ibadah umroh hingga 1 April (9 hari) dan 6 April (14 hari). Meeka berangkat menggunakan Lion Air melalui Bandara Polonia pkl. 06.30 WIB menuju Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dan meneruskan perjalanan ke Jeddah pkl. 12.00 siang dan diperkirakan akan tiba di Jeddah pkl. 18.45 waktu setempat.

Dalam rombongan tersebut, terdapat ustadzah Hj. Irena Handono beserta jemaah yang mengikuti paket “Umroh Bersama Hj. Irena Handono selama 9 Hari”.

(Multazam News/Wishnu Al Bataafi)

Iklan

FREDERIC KANOUTE SELAMATKAN MASJID SPANYOL

Bintang sepak bola Frederic Kanoute telah menghabiskan lebih dari US$700,000 untuk membeli sebuah Masjid di Spanyol. Masjid itu terletak di kota Seville, tempat dimana dia bermain untuk klub nya, Sevilla. Masjid pribadi yang sebelumnya dimiliki oleh masyarakat muslim lokal itu kontraknya telah habis, Kanoute pun langsung segera membelinya.

Finalis dari BBC African Footballer of the Year award tahun 2007 yang berumur 30 tahun itu belum mengeluarkan komentar resmi akan hal ini. Diperkirakan Kanoute menghabiskan gaji setahun-nya demi menyelamatkan Masjid ini. Kanoute merupakan seorang muslim sejati yang telah menjadi muallaf semenjak 10 tahun yang lalu.

Pada seri terakhir, dia melakukan hal yang cukup kontroversial, yaitu me-lakban logo sponsor pada kaos klub bola nya, yaitu 888.com – “Agama-ku melarang mempromosikan judi”, Ujarnya. (wahyulive.wordpress.com)

berita terkait:

RAMADHAN FAST EMPOWERS KANOUTE

Super striker Frederic Kanoute, who plays in the Spanish football league, the world’s most watched, is not only keen on fasting the holy month of Ramadan, but also see fasting as empowering.

“I try to respect my faith and follow it as best I can,” Kanoute told Goal.com, the world’s leading website for soccer fans, on Monday, August 24.

During Ramadan, adult Muslims, save the sick and those traveling, abstain during daylight hours from food, drink, smoking and sex.

“There are many Muslim footballers who people just do not know about in England, Spain, France and in many other leagues too,” asserted Kanoute, the striker of Spain’s Seville FC.

“But having faith and practicing Ramadan is not something they wish to tell the world about.”

The 32-year-old striker insists, however, that observing Ramadan is not causing him any problems with his club or fans.

“Everyone here has been very good to me and they understand,” asserts Kanoute, a French Malian origin.

“During Ramadan I give my all for my club and try not to let my team-mates and the fans down.”

Kanoute, known for his pace, strength and technique, has helped his Seville FC qualify for a UEFA Cup position in 2008 and a Champions League direct qualification in 2009.

He was named the 2007 African Footballer of the Year, the first foreign-born player to win the prestigious title.

Kanoute was one of the finalists for the 2007 BBC African Footballer of the Year award.

Empowering

Kanoute says adhering to his religious obligations makes him stronger and better.

“Personally, having faith helps my football and football helps me to be healthy and strengthens me,” he asserted.

“There is no conflict because people who know about Islam, they know that fasting empowers and does not weaken the Muslim.”

Doctor Yacine Zerguni, a member of the FIFA and CAF Sports Medical Committees, agrees.

Zerguni has collaborated with F-marc, the FIFA Medical Assessment and Research Centre, in a study on the effects of observing Ramadan.

“This month of physical and mental self discipline, which must also be free from any unhealthy or aggressive behavior,” he told Goal.com, when asked if Ramadan was compatible with the practice of top-level football.

“Ramadan is intended be a period of internal purification and meditation; a period of regeneration.

“It is far from harmful.”

Kanoute is known to be an observing Muslim who regularly performs his prayers even in the locker room.

Last year he refused to wear a jersey advertising for an internet gambling site because gambling is forbidden in Islam.

His team had to give him a brand-free jersey until he accepted wearing the sponsored jersey in return for money to an Islamic charity.

In 2007, he saved the only mosque in the southern Spanish city of Seville from closure.

Kanoute paid 510,860 euros (some $700,000) so that fellow Muslims in Seville would not find themselves without a mosque.

He has created a foundation in his motherland Mali to help orphans.

(source: http://www.africahit.com)

Jeddah Akan Miliki Gedung Tertinggi Di Dunia

Rencana untuk membangun sebuah gedung pencakar langit dengan nama Jeddah Tower sudah diresmikan oleh Pangeran Billioner Alwalid bin Talal. Kabarnya gedung ini akan mempunyai ketinggian dua kali lipat dari gedung pencakar langit tertinggi saat ini, yaitu Burj Dubai.

Gedung ini akan berlokasi di pelabuhan laut merah kota Jeddah dan memiliki ketinggian sepanjang 5,250 kaki , terdiri dari 160 lantai, tentunya akan sangat sulit bagi pekerja konstruksi bangunan untuk mengerjakan proyek ini.

Kemungkinan sebagian besar material bangunan akan diangkat dengan menggunakan helikopter. Tetapi tantangan terberatnya adalah bagaimana merancang sebuah tower yang tahan akan temperatur yang sangat tinggi pada siang hari dan membeku pada malam harinya.

Akan ada jembatan diantara kedua tower tersebut ( kurang jelas pada ketinggian berapa, yang jelas lebih tinggi dari gedung Canary Wharf,  London ) yang berfungsi sebagai tempat rekreasi sekaligus untuk menjaga keseimbangan.

(source: wahyulive.wordpress.com)

Tajikistan Akan Bangun Salah Satu Masjid Terbesar di Dunia

Berkeinginan untuk menjadi pusat kebudayaan dan sejarah Islam terbesar di Asia Tengah dan dunia, Tajikistan kini sedang merencanakan pembangunan salah satu masjid terbesar di dunia.

“Masjid itu diharapkan mampu menampung sekitar 150.000 jamaah,” kata juru bicara kepresidenan Tajikistan dalam sebuah press release yang dikutip oleh sebuah website berita, Senin 28 September.

“Pembangunannya diharapkan dimulai di Dushanbe(ibukota Tajik) di bulan Oktober.”
Didanai oleh dua negara minyak kaya dari Arab Qatar dan Uni Emirat Arab, masjid akan siap digunakan pada tahun 2014.

Mengambil gaya arsitektur tradisional Tajik, masjid tersebut akan dibangin pada lahan seluas 7.5 hektar di pusat ibukota Dushanbe.

“Masjid itu akan didekorasi dengan sebuah kubah yang megah, 7 tiang, menandakan 7 langkah Tuhan menciptakan dunia dan 7 pintu surga, juga tempat penyimpanan air dan air mancur, menegaskan Tajikistan sebagai negara yang penuh dengan air murni,” tutur jubir tadi.

Masjid ini juga dilengkapi dengan ruang konfrensi yang luas, museum dan perpustakaan. Mega proyek ini termasuk juga pembangunan sebuah Universitas Islam di dalam komplek masjid.

Tajikistan salah satu negara di Asia Tengah adalah bekas bagian dari Uni Soviet yang memperoleh kemerdekaan kembali tahun 1991.

Penduduk Muslim melingkupi 90% dari keseluruhan populasi Tajikistan yang berjumlah sekitar 7.2 juta jiwa.
[muslimdaily.net/iol]

MAKKAH

Mekkah atau Makkah al-Mukarramah, Arab: ( مكة المكرمة) atau juga dikenal dengan nama Makkah adalah kota utama di Arab Saudi yang merupakan kota tujuan utama kaum muslim dalam menunaikan ibadah haji. Di sana terdapat bangunan utama Ka’bah yang merupakan patokan arah kiblat untuk shalat kaum muslimin di seluruh dunia serta prosesi Ibadah haji. Keutamaan kota Mekkah selain tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW juga terdapat Masjidil Haram dengan Ka’bah di dalamnya di mana sabda Nabi:

“Shalat di masjidil Haram memiliki pahala 100000 x”

Geografis

Pintu masuk Masjidil Haram dan Hotel Dar Al Tawheed

Kota Mekkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah tepatnya pada koordinat 21°25′24″LU,39°49′24″BT.Koordinat: 21°25′24″LU,39°49′24″BT Kotanya merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka’bah sebagai pusatnya. Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun.

Ekonomi

Kota Mekkah dikenal sebagai kota dagang, pada masa lalu dikenal dengan jalur perdagangan antara YamanMekkahMadinah-Damsyiq (Damaskus) dengan penghasilan sekali pemberangkatan kafilah mencapai 600.000 pound. Selain dikenal kota dagang, ekonomi juga bertumpu dengan pertanian dan peternakan serta pelayanan jasa untuk jemaah haji diantaranya usaha perhotelan dan penginapan.

Pendidikan

Sebagai pusat agama Islam selain Madinah, kota ini memiliki pusat pusat pendidikan dan pengajaran agama Islam.

Sejarah

Perkembangan kota Mekkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail dan Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah. Pada perkembangannya muncul orang orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Pada masa berikutnya kota ini dipimpin oleh Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka’bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada pasa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah quraisy adalah Qussai yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib. Nabi Muhammad adalah keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai.

Pada tahun 671, Nabi Muhammad lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah namun ajarannya ditolak kaumnya yang saat itu masih berada dalam kegelapan pemikiran (Jahilliyah) sehingga berpindah ke Madinah. Setelah Madinah berkembang, akhirnya nabi Muhammad kembali ke Mekkah dalam misi membebaskan kota mekkah tanpa pertumpahan darahyang dikenal dengan (Fathul Makkah).

Pada masa selanjutnya Mekkah berada di bawah administrasi khalifah yang berpusat di Madinah, serta para raja yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Baghadad (Dinasti Abbasiyah) dan Turki (Usmaniyah) yang ketika itu di bawah Syarif Hussein. Kemudian disatukan di bawah pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz ibnu Saud sampai sekarang yang merupakan pelayan kedua kota suci.

Kota-kota dalam Ibadah Haji

Selain Mekkah, kota atau daerah yang digunakan dalam peribadatan haji yakni Mina, Muzdalifah dan Arafah, kemudian terdapa kota atau daerah yang digunakan para jemaah haji untuk memulai prosesinya antara lain Bir Ali atau Dzulkulaifah yang berada di luar kota Madinah sebagai patokan jamaah yang berasal dari Madinah, serta Qarnul Manazil atau Yalamlam bagi jemaah haji yang masuk dari arah Yaman.

Multazam Travel Medan Berangkatkan 67 jemaah Umroh

Multazam News.

PT. Multazam Wisata Agung Tours & Travel Medan hari Selasa pagi ini, 9 Maret 2010, akan memberangkatkan 67 jemaah umrohnya ke tanah suci. Keberangkatan ini boleh jadi merupakan keberangkatan jemaah umroh pertama dari Indonesia tahun ini dengan menggunakan pesawat Lion Air setelah mengalami perubahan rute dan penggunaan maskapai penerbangan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana PT. Multazam Wisata Agung Travel bekerjasama dengan Malaysia Airlines (dari Medan – Jeddah via Kuala Lumpur) dan Singapore Airlines (dari Medan – Jeddah via Singapore), kini Multazam menggunakan jasa Lion Air (Medan – Jakarta – Jeddah). Hal ini terkait dengan kebijakan atau peraturan baru dari Kementrian Haji dan Wakaf Kerajaan Arab Saudi.

Seperti yang diungkapkan ustadz Dr. H. Syafii Siregar MA, selaku pimpinan Multazam Medan saat ditemui disela-sela kesibukan kantor Multazam yang sedang melakukan persiapan terakhirnya untuk suntik meningitis, penyelesaian administratif dan manasik umroh, “Dengan peraturan yang baru, sebetulnya agak memberatkan perusahaan penyelenggara umroh, karena harus mengambil satu paket sekaligus (visa, hotel, transportasi dan catering, red). Sehingga banyak travel agent yang menunda keberangkatan jemaahnya karena belum selesainya permohonan visa. Namun alhamdulillah, segala urusan administratif jemaah dapat selesai, termasuk visa dari Kedubes Arab Saudi, sehingga kami dari PT. Multazam Wisata Agung siap dan dapat memberangkatkan 67 jemaah umroh sesuai dengan jadwal yang kami tetapkan, yaitu 9 Maret. dan Insya Allah merupakan jemaah pertama dari Indonesia yang tiba di tanah suci.”

Multazam bulan Maret ini siap memberangkatkan 2 kali jadwal keberangkatan jemaah umroh, yaitu tanggal 9 Maret dan 23 Maret dengan masing-masing jumlah peserta yang sama.

Menurut rencana para jemaah yang akan didampingi oleh ustadz H. Chaeruddin akan berangkat Selasa ini pkl. 6.30 pagi dari Bandara Polonia menuju Jakarta.  Tiba di Bandara Sukarno Hatta Jakarta pkl. 8.50, lalu take off menuju Tanah Suci pada pukul 12.00.

Selamat jalan… semoga dapat menjalankan ibadah umroh dengan khusuk dan nyaman. Semoga menjadi Umroh yang Maqbullah…

(Wishnu AB)

Subhanallah… Ada Sungai Dalam Laut…

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan
Sungai dalam Laut


“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)


Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Cousteau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Cousteau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Cousteau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam. Akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Cousteau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.


Allahu Akbar…! Mr. Cousteau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.

Catatan :
– Artikel ini adalah artikel lama.
– Fenomena seperti ini pertama kali ditemukan oleh Mr.Cousteau
– Foto-foto di atas diambil oleh seorang penyelam bernama Anatoly Beloshchin baru-baru ini.
– Fenomena bertemunya dua laut tanpa bercampur airnya memang benar adanya seperti tercantum dalam Al-Qur`an. Itulah inti dari artikel ini, terlepas dari convert tidaknya Cousteau. Karena walau pun Cousteau tidak masuk Islam, di luar sana banyak orang yang masuk Islam. Islam agama yang perkembangannya cukup pesat.
– Memang benar saat ini negara barat lebih maju dari Islam. Karena kejayaan itu memang bergulir. Tetapi ingat, kejayaan barat dalam sains dan lain-lain itu tak lepas dari peristiwa perampasan terhadap ilmu yang ditemukan kaum Muslimin. Ketika orang Kristen menerapkan ilmu tersebut, secara tidak sadar, mereka juga telah mengakui kebenaran ilmu kaum Muslimin di masa lalu yang digali dari Al-Qur`an. Kaum musyrikin Quraisy juga mengakui bahwa Nabi Muhammad itu jujur, hanya saja mereka tidak beriman. Orang Kristen mengakui bahwa ilmuwan Muslim terdahulu itu benar ilmunya yang mereka gali dari Al-Qur`an, tetapi mereka tidak beriman. Itulah kesamaan mereka.

Sumber Referensi :

1. Dari Ebook :

BUKTI KEBENARAN QURAN

AL-REHAILI, Abdullah M.

Bukti Kebenaran Quran / oleh Abdullah M. al-Rehaili. – Yogyakarta: Tajidu Press, 2003

160 hlm.

ISBN 979-3I89-01-8

Hak Cipta 2003 pada © Abdullah M. al-Rehaili

Judul Asli: This is The Truth, Newly Discovered Scientific Focts Revealed in the Quran & Authentic Hadeeth (Wolrd Supreme Council for Mosques Affairs Commission on Scientific Sign of Qur’an and Sunnah at Muslim World League Makkah al­Mukarramah and Alharamain Islamic Poundation, Third Edition, Riyadh, 1999)