Archive for Juli, 2010

Kasih Sayang Ibu Atasi Stress Anak Setelah Dewasa

Pernyataan dan perwujudan rasa sayang dan cinta seorang ibu terhadap anak-anaknya ternyata dapat membantu anak-anak tersebut untuk mengatasi stres mereka pada saat dewasa nanti, menyoroti ikatan ibu-anak dalam fleksibilitas emosional, kata kesimpulan satu penelitian.

Sebuah tim peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Joanna Maselko dari Duke University di North Carolina, telah menemukan bahwa tingginya kasih sayang seorang ibu cenderung memfasilitasi pertalian aman antara ibu dan anak yang tidak hanya menurunkan tekanan sang anak tetapi juga dapat membantu anak untuk mengembangkan kehidupan yang efektif, sosial, dan keterampilan sewaktu sang anak menjadi dewasa.

“Kami menemukan bahwa pengamatan secara objektif pada tingkat kadar kasih sayang antara ibu dan bayi mereka yang berusia delapan bulan dapat dikaitkan dengan lebih sedikit gejala tingkat stres atau sakit sang anak sesudah 30 tahun kemudian,” lapor tim peneliti.

Peneliti mengadakan penelitian membujur pada hampir 500 orang individu sewaktu masih anak-anak dan menjadi orang dewasa di negara bagian AS Rhode Island.

Pada awal penelitian, para psikolog menilai kualitas interaksi antara ibu dan anak-anak mereka yang berusia delapan bulan selama rutinitas perkembangan check up ibu dengan memberikan skor berdasarkan kehangatan interaksi keduanya.

Tiga puluh tahun kemudian, para psikolog melakukan wawancara dengan orang dewasa tentang kesejahteraan mereka dan emosi mereka dan menanyakan apakah mereka menganggap ibu mereka telah memberikan kasih sayang terhadap mereka.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, mengungkapkan bahwa orang dewasa yang sewaktu bayi mendapatkan kasih sayang yang lebih dari ibu mereka memiliki tingkat terendah atas kecemasan, permusuhan, dan gejala stres umum yang biasa terjadi pada orang dewasa.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan ini menambah bukti bahwa semakin meningkat rasa sayang seorang ibu terhadap anaknya di masa kecil akan membantu sang anak melakukan persiapan untuk pengalaman kehidupan dewasa nanti, namun mengatakan pengaruh faktor lain, seperti kepribadian, pengasuhan, dan sekolah, tidak bisa dikesampingkan begitu saja.(fq/prtv)

Mengapa Muhammad bin Abdullah Menang?

Tidak pernah berhenti setiap saat ratusan jutaan umat manusia di seluruh dunia, di belahan bumi timur, barat, selatan dan utara, selalu mengulang-ulang, mengucapkan : ” La illaha iLLah, Muhammadur Rasulullah. Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad Pesuruh Allah”. Kalimat ini berkumundang sejak empat belas abad yang lalu, sampai hari ini, dan akan terus berkumandang sampai akhir kehidupan manusia.

Kehidupan berganti dan berubah. Manusia datang dan pergi. Kekuasaan bertukar antara penguasa satu dengan penguasa lainnya. Negara pun silih berganti. Kondisi kehidupan umat manusia terus mengalami perubahan dengan segala variasinya. Terus berubah. Tidak ada dimuka bumi yang tidak berubah. Kejadian demi kejadian terus mengubah kehidupan umat manusia. Tetapi, seruan yang abadi itu tetap tidak berubah sepanjang zaman, sampai hari ini, bahkan sampai akhir zaman, yaitu, ‘La ilaha iLLah, Muhammadur Rasulullah’.

Ini sebuah bukti yang nyata, dan selalu hidup, tentang kemenangan Muhammad bin Abdullah. Bahkan, tidak ada satupun manusia di muka ini, yang namanya setiap saat disebut oleh jutaan manusia setiap saat, kecuali ‘Muhammad Rasulullah’. Manusia yang paling mulia di muka bumi. Manusia yang paling siddiq (jujur), yang mendapatkan gelar ‘al-amin’, manusia yang amanah, tidak pernah berkhianat terhadapt Rabbnya, sepanjang hidup, manusia yang ‘fathonah’, yang tidak pernah mengurangi satu katapun (hurup pun) terhadap ‘Al-Qur’an’, yang merupakan Kalamullah. Tidak ada satupun manusia di muka yang dido’akan jutaan oleh umat manusia setiap saat saat, seperti Muhammad Rasulullah ini.

Ini menjadi bukti kemenangan Muhammad bin Abdullah. Kemenangan itu diperoleh bukan dalam pertempuran, bukan dalam peperangan, bukan ketika menaklukkan kota Makkah. Bukan karena memerintah seluruh jazirah Arab. Bukan menunddukan kedua imperium Kisra dan Kaisar. Tetapi, ia adalah kemenangan yang sifatnya universal yang telah masuk ke dalam kehidupan, dan telah mengubah jalannya sejarah.

Kemenangan yang telah dicapai oleh Muhamad bin Abdullah tidak dihilangkan oleh kelemahan yang diderita umat Islam dalam suatu kurun atau waktu tertentu. Kemenangan tidak akan pernah berkurang dengan lahirnya pemikiran, madzab-madzab yang baru. Cahayanya tidak akan pernah redup dengan kemenangan-kemenangan ideologi-ideologi buatan manusia di muka bumi ini. Karena ajaran yang dibawa Muhammad bin Abdullah itu akarnya telah menghunjam ke dalam alam semesta, dan tertanam dalam hati nurani umat manusia.

Kemenangan yang buktinya terdapat dalam dirinya sendiri, dan tidak memerlukan bukti dan keterangan lagi. Muhammad bin Abdullah itu lah yang telah menjadi bukti atas kemenangan ajaran yang dibawanya ke dalam kehidupan umat manusia ini.
Mengapa Muhammad bin Abdullah mendapatkan kemenangan, dan ajaran terus berlangsung sampai hari, dan semakin banyak manusia yang mengikutinya?

Kemenangan Muhamamd bin Abdullah, karena Allah Azza Wa Jalla, menang. Allah Azza Wa Jalla ini, menghendaki ajaran yang lurus ini tegak dimuka bumi, dan menang. Tidak ada lagi ajaran dimuka bumi, selain ajaran yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah akan menjadikan manusia menjadi mulia, dan mendapatkan kebahagiaan, serta kemuliaan sesudah manusia meninggalkan dunia yang fana ini, kecuali ajaran yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah.

Tetapi, kemenagan itu tidak mau tanpa sebuah proses, tidak ingin Allah Allah Azza Wa Jalla kemenangan itu sebuah mukjizat. Perjuangan harus melalui perjuangan yang terus menerus, terkadang terasa berat, semuanya telah dijalankan oleh Muhammad bin Abdullah. Ajaran Islam yang sampai sekarang terus berkembang dalam kehidupan, dan adanya do’a yang diucapkan setiap umat ini kepada Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wasalam, sebagai bukti betapa Beliau telah memperjuangkan agama Allah dengan segenap jiwa dan raga.

Bagi siapa saja yang ingin mendapatkan kemenangan seperti kemenangan Rasul, dan bagaimana kemenangan Islam, maka hendaklah mempelajari pribadi Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam. Dengan cara itu akan diketahui jalannya kemenangan yang akan dituju. Cara-caranya lengkap, sebab-sebabnya jelas, dan siapa yang ingin mencapai kemenangan di mana saja, dan kapan saja, maka hendaklah meneladani Muhammad bin Abdullah.

Kemenangan Muhammad bin Abdullah itu, hanyalah karena Beliau yakin dan shabar mendakwahkan agama Allah Azza Wa Jalla di tengah-tengah umat manusia, yang tidak kenal lelah sepanjang kehidupannya. Itulah yang menyebabkan Muhammad bin Abdullah mencapai kemenangan. Bukan dengan jalan meminta pertolongan manusia, apalagi meminta pertolongan kepada musuh-musuh Allah, orang kafir, musyrik, munafik dan fasik.

Allah Ta’ala berfirman : “Dan sungguh pasti Allah akan menolong orang-orang yang menolong-Nya.Sesungguhnya Allah kuat dan berkuasa. Mereka yang kalau Kami beri kekuasaan di atas dunia, mereka mendirikan shalat, membayarkan zakat, menyuruh melakukan kebaikan dan melarang mengerjakan kejahatan. Dan kepada Tuhanlah kembalinya akibat segala sesuatunya”. (Q : al-Hajj : 40-41) Wallahu’alam.

(eramuslim by mashadi)

Special Umroh Ramadhan dan Keutamaannya

MULTAZAM WISATA AGUNG Tours & Travel Medan kali ini menyediakan paket khusus Umroh selama bulan Ramadhan 1431 H.

Seperti Sabda Rasulullah SAW:

“Umroh Di Bulan Ramadhan Bagaikan Haji.”

Puasa Ramadhan di Madinah dan Makkah mempunyai keistimewaan dan nilai-nilai yang sangat tinggi, diantaranya:

* Orang-orang yang melaksanakan Umroh di Bulan Ramadhan, akan mendapatkan pahala Haji.

* Dapat berbuka puasa bersama di Masjid Nabawi dan Majidil Haram.

* Dapat melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah.

* Dapat melaksanakan Shalat Tahajjud berjamaah bagi yang melaksanakan umroh selama satu bulan atau umroh yang 2 minggu terakhir.

* Dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Haram dan Berhari Raya di Makkah.

* Setiap Ibadah mendapat Limpahan Pahla 100 ribu kali lipat. Mudah-mudahan ditambah lagi dengan Pahala Malam Lailatul Qadar.

Untuk memudahkan jamaah umroh di bulan Ramadhan, maka kami, MULTAZAM TRAVEL telah menyediakan paket Umroh Ramadhan dengan harga-harga khusus dan terjangkau sebagai berikut:

Jamaah akan dibimbing oleh para ustadz yang berpengalaman dan juga para alumni dari universitas-universitas di Timur Tengah.

Segeralah mendaftar paket khusus ini dan jadilah tamu Baitullah bersama MULTAZAM TRAVEL….

(WAB)

Masjid Agung Lumpur Bersahaja Kota Djenne

Djenne, itu nama sebuah kota tertua di sub-Sahara Afrika. Terletak di kawasan lahan banjir yang dilintasi dua sungai, yakni Niger dan Bani. Namun bagi yang belum pernah bertandang ke kota berjarak 354 kilometer di barat daya Timbuktu, terutama muslim, tentu tak mengira ada sebuah masjid dengan arsitektur indah namun tak lazim, yakni Masjid Agung Djene.

Mengapa tak lazim? Bentuknya tak seperti masjid-masjid lain yang cenderung mengacu ke bentuk masjid atau bangunan di timur-tengah abad pertengahan hingga masa Kaisar Ottoman. Polos dan minim ornamen, namun justru menunjukkan jika sang ahli bangunan paham benar bagaimana menghadirkan masjid dengan nafas lokal, rendah hati, namun tidak mengurangi aura sakral dan monumental sebuah masjid agung.

Djene, selain terkenal sebagai kota perdagangan, juga dikenal sebagai kota peziarah dan pusat studi Islam. Masjid Agung itu sendiri dari awal dibangun hingga kini mendominasi alun-alun pasar utama di kota tersebut. Tradisi menuturkan, penduduk Djene memiliki masjidnya pertama kali pada tahun 1240, yang dibangun oleh Sultan Koi setelah memeluk Islam dan mengubah istananya menjadi masjid.

Sangat sedikit yang tahu dan berhasil melacak bentuk serta tampilan masjid pertama itu. Namun Sheikh Amadou, pemimpin kota Djene di awal abad ke-19, menganggap masjid itu terlalu mewah dan berlebihan. Sheikh pun membangun masjid kedua pada tahun 1830, dan memerintahkan merubuhkan masjid pertama begitu masjid kedua rampung. Sementara masjid agung dari lumpur yang tak lazim itu dibangun pada tahun 1906

Masjid yang dikonstruksi di bawah pengawasan ahli bangunan bernama Ismaila Traore ini terbuat dari batu bata lumpur yang dikeringkan dengan sinar matahari (ferey), semen berbahan dasar semen. Sementara lapisan luar menggunakan plester juga berbahan dasar lumpur sehingga memberi tampilan halus berkelok, layaknya patung.

Dinding memiliki ketebalan antara 40 – 60 cm. Ketebalan ini sangat beragantung pada tinggi tembok. Dinding lebih tinggi akan dibuat lebih tebal karena harus menopang struktur lebih berat. Selama pagi hingga sore, dinding-dinding itu secara perlahan menghangat dari luar ke dalam. Di malam hari mereka mendingin lagi. Namun radiasi panas yang dihantarkan dinding membuat suhu udara dalam masjid tetap hangat dan sejuk meski udara di luar mendingin drastis–khas udara gurun.

Ruang utama masjid dengan sembilan puluh pilar kayu menopang langit-langit dapat menampung hingga 3.000 orang. Sifat dingin kayu ikut membantu interior masjid tetap sejuk di waktu siang hingga sore. Masjid agung itu juga memiliki ventilasi udara dengan penutup keramik. Penutup yang dibuat oleh perajin wanita setempat itu dapat dipindahkan di malam hari untuk ventilasi udara dalam masjid.

Saat membangun, dan merencanakan konstruksi, kerusakan akibat air bah menjadi perhatian utama Traore. Apalagi banjir akibat sungai Bani meluap terjadi rutin tiap tahun. Untuk mengatasi itu, Traore pun mendesain pulau buatan, yakni landasan yang ditinggikan dengan permukaan seluas 5635 m² sebagai tempat berdirinya masjid. Landasan tersebut sejauh ini mampu melindungi masjid bahkan dari banjir mengerikan sekalipun.

Selain bahan alam lumpur yang bersahaja, terdapat pula struktur rangka kayu dari batang palem. Kayu-kayu itu tidak berfungsi sebagai balok, melainkan pendukung dan penguat.

Struktur ini dibutuhkan untuk mengikat tanah liat dan mengurangi pecahan lumpur yang diakibatkan perubahan suhu dan kelembaban yang sangat tajam area itu. Selain sebagai penguat kayu-kayu itu berfungsi sebagai penopang otomatis yang berguna saat perbaikan tahunan.

Kayu-kayu itu memang memiliki alasan fungsi kuat, namun batangnya yang mencuat dari dinding-dinding lumpur polos membuat kesan kontras sekaligus memberi aksen estetika bangunan.

Tak lupa pada bagian bangunan di sisi kiblat, Traore menandai dengan tiga menara lumpur yang dominan. Setiap menara itu memiliki tangga spiral menuju atap, dan di setiap atap berbentuk kerucut spiral, diletakkan telur burung unta perlambang kesuburan dan kemurnian.

Setiap tahun, saat musim panas masjid tersebut dirawat atau diperbaiki ulang dengan pengawasan 80 ahli bangunan senior. Acara itu menjadi festival menarik bagi warga Djene. Banyak warga terlibat dalam pekerjaan mempersiapkan banco (campuran lumpur dengan gabah) untuk acara itu. Menurut para pengunjung yang menyaksikan di tahun 1987, acara itu bisa dikatakan upacara masyarakat dengan banyak pengunjung dan orang tertawa.

Berikut adalah penuturan seorang turis tahun 1987 yang dikutip di situs Sacred Sites “Setiap musim panas masjid agung diplaster ulang. Itu menjadi festival yang menarik, riuh, kacau, menyenangkan, namun juga penuh kehati-hatian. Selama beberapa minggu lumpur dituangkan. Ember-ember penuh dengan larutan kental diaduk dan diratakan dengan kaki telanjang anak-anak lelaki.

Lalu malam sebelum memlaster, muncul pertunjukkan jalanan penuh nyanyian, tetabuhan drum, siulan flute. Tak lama tiupan peluit keras terdengar tiga kali berturut. Masuk tiupan keempat, ratusan suara bergema dan bergalon-galon lumpur dituangkan. Saat fajar proses pemlasteran sesungguhnya telah berjalan. Kerumunan wanita dengan ember berisi air di atas kepala mendekati masjid. Tim yang lain membawa lumpur. Orang-orang berkomunikasi dengan yang lain sambil berteriak di area persegi raksasa itu sambil mengoles dan bekerja. Kerja dan bermain menjadi satu, anak-anak muda dimana-mana, membuat kue dari lumpur dari kepala hingga ibu jari,”

Hanya saja festival tahunan itu terancam punah. Para ahli bangunan kini sulit mencari dukungan anak-anak muda dalam festival memoles ulang. Banyak pemuda memilih mencari uang sebagai pemandu turis meninggalkan Djene menuju Kota Bamako yang lebih menjajikan. Pada tahun 1988, kota tua Djenne dan masjid agungnya diresmikan menjadi situs bersejarah oleh UNESCO

Kini bangunan tersebut masih menjulang dan menampung para jamaah muslim kota Djenne saat tiba waktu sholat. Fasad atau tampang bangunan, menara, serta simbol telur burung unta itu sebenarnya adalah elemen sama yang bisa ditemukan di bentuk rumah-rumah penduduk Djene. Desain yang membuat masjid agung terlihat rendah hati dan menyatu dengan lingkungan lokal. Jauh sebelum gagasan arsitektur ramah lingkungan yang tanggap iklim setempat, menjadi salah satu isu, terutama terkait pemanasan global, Masjid Agung Djenne telah menerapkan dengan bersahaja.(republika)

Aya Sofia, Turkey

Namanya masjid Aya Sofia. Usia masjid ini tergolong sangat tua, sekitar empat abad. Lokasinya di Istambul, Turki. Keindahan arsitektur masjid ini begitu mengagumkan para pengunjung. Tampak dari luar, pengunjung disuguhkan ukuran kubah yang begitu besar. Ukuran tengahnya 30 meter dan tingginya 54 meter. Ketika memasuki area masjid, pengunjung dibuai dengan keindahan interior yang dihiasi mosaik dan fresko. Tiang-tiang masjid terbuat dari pualam warna-warni. Serta dinding yang dihiasi ukiran. Subhanallah, seperti berada di bawah lukisan cakrawala mini. Selain keindahan interior, daya tarik masjid ini juga pada nilai sejarahnya. Di sinilah simbol pertarungan antara Islam dan non Islam, termasuk di dalamnya nilai-nilai sekular pasca runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani.

Sebelum diubah menjadi masjid, Aya Sofia adalah sebuah gereja bernama Hagia Sophia yang dibangun pada masa Kaisar Justinianus, tahun 558 M. Sempat beberapa kali hancur karena gempa, kemudian dibangun lagi. Pada tanggal 27 Mei 1453, Konstantinopel takluk oleh kekuasaan Islam. Penaklukan dipimpin oleh Muhammad II bin Murad II. Beliaulah yang akhirnya terkenal dengan nama Al-Fatih yang artinya sang penakluk.

Saat berhasil menaklukan kota besar Nasrani itu, Al-Fatih turun dari kudanya dan melakukan sujud syukur. Ia pergi menuju gereja Hagia Sophia. Saat itu juga, gereja diubah menjadi masjid yang diberi nama Aya Sofia. Pada hari Jumatnya, atau tiga hari setelah penaklukan, Aya Sofia langsung digunakan untuk shalat Jumat berjamaah. Sepanjang kekhalifahan Turki Utsmani, beberapa renovasi dan perubahan dilakukan terhadap Masjid Aya Sofia.

Pada masa Al-Fatih dibangun sebuah menara di bagian selatan. Pada masa Sultan Salim II, dibangun lagi sebuah menara di bagian timur laut. Dan pada masa Sultan Murad III, dibangun dua buah menara dan diubah bagian-bagian masjid yang masih bercirikan gereja. Termasuk, mengganti tanda salib yang terpampang pada puncak kubah dengan hiasan bulan sabit.

Sayangnya, perubahan buruk terjadi di masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk di tahun 1937. Kaki tangan penjajah Turki ini pun mengganti fungsi masjid menjadi museum. Beberapa disain dan corak bangunan yang bercirikan Islam diubah lagi menjadi gereja. Bahkan, ada bagian di langit-langit masjid yang bercat kaligrafi dikerok hingga ditemukan kembali lukisan-lukisan sakral Kristen. Sejak itu, Masjid Aya Sofia dijadikan salah satu objek wisata terkenal di Istambul oleh pemerintah Turki.

(eramuslim)

Pedang Rasulullah SAW

Ini adalah pedang-pedang yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya untuk berdakwah. jumlah total pedang yang pernah digunakan ada 9 buah.

1.Al Mat’thur
Juga dikenal sebagai ‘Ma’thur Al-Fijar’ adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

2.Al Adb

Al-’Adb, nama pedang ini, berarti “memotong” atau “tajam.” Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

3.Dhu Al Faqar
Dhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya. Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
4.Al Battar
Al Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi‘, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi : ‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’. Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean.Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika dia turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

5.Hatf
Hatf adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun. Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan dia juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu. Dia menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAWSekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

6.Al Mikhdham
Ada yang mengabarkan bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang dia pimpin di Syria.Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’.

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

7.Al Rasub
Ada yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa IsraelSekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

8.Al Qadib
Al-Qadib berbentuk blade tipis sehingga bisa dikatakan mirip dengan tongkat. Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan. Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.” Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid.Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

9.Qal’a

Pedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi. Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika dia menemukan air Zamzam di Mekah.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.” Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.

Foto-foto Eksklusif Peninggalan Rasulullah SAW

Bila kita berjauh jarak dengan sang terkasih Muhammad Rasulullah yang berbentang waktu 1.400 tahun… bila kita belum pernah melihat wajah sucinya, sementara kita menyebut namanya setiap hari, kita menghantarkan salam kepadanya setiap hari melalui shalat, shalawat-shalawat  dan do’a-do’a yang kita lantunkan, kita memohon  syafa’atnya untuk keselamatan kita di akhirat dari pedihnya adzab neraka, tidakkah foto-foto berikut ini mengobati kerinduan kita yang sangat dalam kepada Sang Tercinta Nabi Agung, Kekasih Allah dan sang pribadi mulia panutan alam?? Titik air mataku begitu melihat langsung baju beliau yang bersahaja dan sudah robek, sandal beliau, keranda beliau yang tak terhalang apapun. Allahu Akbar … serasa dekaaat denganmu ya Rasulullah … Andai aku bisa melihat wajahmu, rontok segala persendianku, tak tahan dengan kenikmatan memandang kemuliaan wajahmu… Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad ….

Foto-foto ini semua adalah koleksi yang tersimpan dari berbagai tempat di beberapa negara: Musim peninggalan Nabi di Istambul Turki, Yordania, Irak dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selamat merasakan kelezatan menatap peninggalan-peninggalan ini. Semoga kerinduan kita semakin memuncak kepada sang Nabi Agung, sang kekasih Allah …

Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam …

a

the-blessed-shirt-of-prophet-muhammad-saw

The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Baju gamis Nabi SAW)

the-blessed-shirt1-of-prophet-muhammad-saw

The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Bagian dari baju gamis Nabi SAW)

jubah-rasulullah1

Jubah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW

blessed-seal-of-rasool-allah-saw1

The Blessed Seal of Rasulullah SAW

copy-of-the-blessed-bowl-of-prophet-muhammad-saw

Mangkuk tempat minum Rasulullah SAW

picture1.jpg

KUNCI KA’BAH ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW

the-blessed-foot-print-of-rasool-allah-saw

jejak-kaki-nabi

JEJAK-JEJAK KAKI SANG NABI AGUNG, RASULULLAH SAW

a

blessed-hair-of-rasool-allahsaw

rambut-nabi

BEBERAPA HELAI RAMBUT NABI MUHAMMAD SAW

gigi-dan-rambut1

PENINGGALAN GIGI DAN RAMBUT NABI MUHAMMAD SAW (Itu giginya jelas ya?)

Wadah Kotak Gigi Rasulullah SAW

a

picture4.jpg

pedang2-nabi-dengan-nama-namanya1

pedang2-nabi-dengan-nama-namanya2

pedang2-nabi-dengan-nama-namanya

BERBAGAI PEDANG MILIK NABI SAW DENGAN NAMA-NAMANYA YANG DIPAKAI UNTUK MENEGAKKAN ISLAM, AGAMA ALLAH SWT DI MUKA BUMI.

a

Gagang Pedang “Hatf” Nabi SAW tampak lebih jelas

busur-panah-nabi

a

Busur Panah Nabi SAW

a

Bendera Rasululullah SAW

blessed-turbine1-of-prophet-muhammad-saw

Koleksi Sorban-sorban Nabi Muhammad SAW

blessed-turbine-of-prophet-muhammad-saw

Satu yang diperbesar (dari dekat)

a

Topi Besi Rasuluallah SAW

a

Baju dan barang-barang Rasulullah SAW


blessed-sandals2-of-rasool-allah-saw

blessed-sandal-of-rasool-allah-saw

blessed-sandal1-of-rasool-allah-saw1

Sandal-sandal peninggalan Rasulullah SAW tercinta …

letter-to-nijashi-king-of-habsha

Surat Nabi SAW kepada Raja Nijashi, Raja Habsyah

letter-to-omani-people

Surat Nabi SAW kepada rakyat Oman, Arab Selatan

letter-to-qaiser_e_rome

Surat Nabi SAW kepada Kaisar Romawi abad ke 7

a

Surat Rasulullah SAW pada Raja Heraclius

prophets-letter-to-muqauqas-egypt

Surat Nabi SAW kepada Raja Muqauqas, Mesir

a

Makan Siti Aminah, Ibunda Rasululllah SAW


box-belonging-to-hazrat-fatima-rz

Kotak milik putri tercinta Nabi SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra R.A.

a

picture6.jpg

PINTU EMAS MAKAM NABI MUHAMMAD SAW

the-blessed-dust-from-the-tomb-of-the-prophet

The blessed dust from the tomb of the Prophet Muhammad PUBH (Butiran pasir yang diambil dari makam Nabi Muhammad SAW)

a

picture7.jpg

Keranda dan makam Nabi panutan alam, Nabi Muhammad SAW

Inilah makan Rasulullah SAW dari dalam. Di dalam inikah Sang Nabi Agung nan Mulia berbaring? Allahu Akbar … Makam raja saja, makan Sunan Sunan Gunung Djati saja, kita tidak bebas masuk dan melihatnya. Ini makam Rasulullah sang kekasih panutan umat manusia, Allaahu Akbar … Bila keranda ini disingkap dan kita bisa melihat tubuhnya yang suci berbaring, terbayangkah bagaimana kita menatap wajahnya?