Bukti Foto-foto Rumah Nabi Saw dan Sayyidah Khadijah Yang Telah Dihancurkan Wahabi-Salafy

Pada waktu yang lalu, saya telah mem-post-kan sebuah artikel yang membahas tentang ‘Penghacuran Situs-situs Sejarah Oleh Wahabi-Salafy’. Nah, pada kesempatan ini saya akan membeberkan beberapa foto yang membuktikan tentang kebejatan kaum Wahabi-Salafy yang telah dengan brutal menghancurkan Rumah Nabi Saw dan istri tercintanya, Sayyidah Khadijah as, yang merupakan peninggalan bersejarah, yang semestinya dirawat dan dijaga dengan baik. Peninggalan-peninggalan seperti ini merupakan situs-situs penting yang bisa menjadi pelajaran yang baik bagi orang-orang terkemudian.

rumah-nabi-sayyidah-khadijah-tempat-mereka-berdua-tinggal-selama-25-tahun-pun-dibongkar.jpg

Ini adalah foto Rumah Nabi Saw dan Sayyidah Khadijah as, tempat mereka berdua tinggal selama 28 tahun. Inilah bukti penghancuran yang dilakukan oleh Wahabi-Salafy terhadap situs-situs sejarah Islam.

reruntuhan-rumah-khadijah_o.jpg

Di atas ini foto sisa reruntuhan rumah Nabi Saw & Sayyidah Khadijah as yang dilihat lebih dekat.

pintu-masuk-kmr-rasul-di-rmh-khadijah_o.jpg

Foto di atas ini adalah reruntuhan pintu masuk ke kamar Rasul Saw di rumah Sayyidah Khadijah as.

kamara-nabi-sayyidah-khadijah.jpg

Foto di atas adalah sisa reruntuhan kamar Rasul Saw dan Sayyidah Khadijah as.

tempat-ketika-sayyidah-fathimah-zahra-dilahrirkan_o.jpg

Di atas ini adalah foto reruntuhan tempat Sayyidah Fatimah as, putri kesayangan Rasulullah Saw dilahirkan.

mihrab-tempat-rasulullah-biasa-shalat-di-rmh-khadijah_o.jpg

Di atas ini adalah foto reruntuhan mihrab tempat Rasulullah saw biasa melakukan shalat.

kuburan-sayyidah-khadijah-al-kubra-putranya-qasim-di-pojok_o.jpg

Foto di atas ini adalah makam Sayyidah Khadijah as (yang besar) dan putranya, Qasim (yang kecil) di sudut.

Pada postingan selanjutnya, saya akan memaparkan foto-foto makam-makam ahlul bayt, para sahabat, dan istri-istri serta kerabat dekat Rasulullah Saw yang dibiarkan terlantar oleh Wahabi-Salafy. Insya Allah.

Catatan :

Sebagian besar foto-foto tersebut saya peroleh dari kitab : Ummul Mu’minin, Khadijah binti Khuwaylid, Sayyidah Fie Qalby al-Mushtafakarya DR. Muhammad Abduh Yamani yang telah diterjemahkan oleh penerbit Pustaka IIMaN dengan judul : Khadijah Drama Cinta Abadi sang Nabi. Penulis adalah mantan Menteri Penerangan Kerajaan Arab Saudi.

Iklan

Masjid Quba : Masjid Yang Batu Batanya Dipikul Nabi Muhammad Sendiri

Masjid Quba

Di Madinah ada banyak tempat bersejarah yang penting untuk diziarahi. Salah satunya Masjid Quba. Inilah masjid yang batu batanya dipikul Nabi Muhammad SAW sendiri.

Masjid Quba terletak di perkampungan Quba, kira-kira 3 kilometer dari arah selatan Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA). Mengunjungi masjid ini, dari kejauhan akan terlihat empat menara putih tinggi menjulang. Setelah dekat terlihat pohon kurma mengelilingi masjid.

Masjid Quba memang berbeda dengan masjid-masjid lainnya di Madinah. Masjid Nabawi dan masjid lainnya di Madinah nyaris tidak memiliki taman depan yang ditumbuhi tanaman. Namun Masjid Quba memiliki taman depan dan belakang dengan pohon-pohon kurma yang rindang. Di depan masjid bahkan ada air mancur. Masjid ini berdiri di atas tanah seluas 5.035 meter persegi.

Kami, wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) tiba di Masjid Quba saat azan Zuhur berkumandang. Memasuki masjid, ruang salat sudah penuh jamaah. Bahkan jamaah perempuan sudah meluber sampai keluar.

Quba memang selalu menjadi tujuan ziarah para jamaah haji, tidak heran bila masjid ini selalu padat. Ada sebuah riwayat Nabi Muhammad menyatakan bila mengunjungi Masjid Quba untuk salat pahalanya sama dengan melakukan umrah. Riwayat tersebut hingga kini masih tertempel di dinding luar Masjid Quba.

Masjid Quba dibangun pada hari Senin, 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 Masehi. Saat itu Nabi dalam perjalanan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Dalam perjalanan hijrah, Nabi yang tiba di perkampungan Quba tinggal selama empat hari bersama Bani Amru bin Auf di rumah Kalthum bin Al Hadm.

Di hari pertama di perkampungan Quba, Nabi membangun masjid. Inilah masjid pertama yang dibangun pemimpinyang paling dicintai umat Islam. Nabi, seperti diriwayatkan As Syimus binti An Nu’man, memikul batu-bata sendiri sehingga bongkok tubuhnya.

Tubuh Nabi saat itu sampai penuh debu dan pasir. Tapi Nabi tidak mau para sahabat mengambil beban yang dibawanya. Ia meminta para sahabat agar membawa bahan-bahan bangunan yang lain. Setelah membangun masjid, Nabi mengimami
salat secara terbuka bersama para sahabat di Masjid Quba.

Semasa hidupnya, Nabi selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Nabi wafat, para sahabat selalu menziarahi masjid ini dan melakukan salat di dalamnya.

Lebih lanjut informasi dari wikipedia menyebutkan :

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).

Sejarah

Allah s.w.t memuji masjid ini dan orang yang mendirikan sembahyang di dalamnya dari kalangan penduduk Quba’ dengan Firman-Nya:

Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri…….(At Taubah, 108).

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Sakarang renovasi masjid ini ditangani oleh keluarga Saud. Mengutip buku berjudul Sejarah Madinah Munawarah yang ditulis Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani, masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.

Bangunan masjid Quba

Meskipun sangat sederhana, masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk dari pada masjid-masjid yang didirikan orang di kemudian hari. Bangunan yang sangat bersahaja itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid. Ia sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya.

Di sebelah utara dibuat serambi untuk tempat sembahyang yang bertiang pohon korma, beratap datar dari pelepah dan daun korma, bercampurkan tanah liat. Di tengah-tengah ruang terbuka dalam masjid yang kemudian biasa disebut sahn, terdapat sebuah sumur tempat wudhu, mengambil air sembahyang. Kebersihan terjaga, cahaya matahari dan udara dapat masuk dengan leluasa.

Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama mesjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.

Panduan di masjid Quba

* Saat akan memasuki bagian dalam masjid, sebaiknya memperhatikan petunjuk di dinding luar masjid. Itu adalah penunjuk pintu masuk yang dikhususkan bagi jamaah laki-laki atau perempuan. Akan terpampang pada sebuah plakat yang ditempelkan ke dinding pintu masuk untuk jamaah laki-laki maupun perempuan.
* Tidak diperbolehkan mengambil gambar didalam masjid.

Selain keistimewaan-keistimewaan bangunan fisik, Masjid Quba juga memiliki keistimewaan spiritual khusus dari Allah SWT.

Pesona kota Madinah memang tidak pernah pudar. Di kota yang kerap menjadi percontohan banyak negara itu terdapat berbagai peninggalan sejarah penyebaran dan perkembangan Islam, tak terkecuali masjid.

Selain Masjid Nabawi, yang ramai dikunjungi, masih ada masjid-masjid bersejarah lainnya yang tidak kalah menarik. Salah satunya Masjid Quba.

Masjid yang dinamakan berdasarkan letaknya ini adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh Baginda Rasulullah SAW, di atas sebidang tanah milik keluarga Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amir bin Auf yang diwakafkannya kepada beliau setiba di Quba.

Ketika itu, Quba merupakan sebuah kawasan pinggiran Yatsrib dan terletak sekitar tiga kilometer di selatan.

Rasulullah sendiri yang mendesain masjid itu. Bahkan beliau ikut bekerja, tidak segan-segan mengangkat bahan material bangunan, sehingga tampak letih yang teramat sangat pada wajahnya yang mulia. Nabi Muhammad SAW menunjukkan suri teladan yang begitu mulia, yang tak hanya pandai menyuruh.

Rasulullah SAW juga orang pertama yang meletakkan batu di mihrab masjid tersebut menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina, kiblat pertama umat Islam, kemudian disusul berturut-turut oleh Abu Bakar Assidiq, Umar bin Khaththab, dan Utsman bin Affan. Siapakah yang menduga, ternyata proses peletakan batu kiblat ini kemudian paralel dengan sejarah pengangkatan Khulafaur Rasyidin.

Setelah rampung, di masjid inilah untuk kali pertama shalat berjama’ah dilaksanakan.

Meskipun sangat sederhana, Masjid Quba kala itu dijadikan sebagai masjid percontohan masjid-masjid yang didirikan kemudian hari. Bangunan bersahaja itu memenuhi syarat-syarat standar pendirian masjid. Terdapat suatu ruang persegi empat untuk shalat dan sebuah serambi. Ruangan itu bertiang pohon kurma dan beratap datar dari pelepah daun kurma bercampurkan tanah liat, yang melindungi jama’ah dari buruknya cuaca.

Di tengah-tengah masjid terdapat ruang terbuka yang biasa disebut sahn. Dan di sahn itulah ada sebuah sumur tempat mengambil air wudhu. Kebersihan area masjid itu begitu terjaga dan cahaya matahari serta udara dapat masuk.

Ketika peralihan arah kiblat umat Islam menghadap ke Masjidil Haram, masjid itu tentu mengalami rekonstruksi. Arah kiblat, yang semula menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina, diputar balik menghadap ke arah Baitullah di Makkah.

Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan, masjid itu, yang kerap dikunjungi oleh Baginda Rasulullah SAW tiap hari Sabtu bila beliau bertugas di luar Madinah, diperbaiki karena rusak berat.

Kini, masjid yang terletak sekitar lima kilometer di sebelah tenggara kota Madinah ini telah mengalami perbaikan dan perluasan berkali-kali.

Bangunan fisiknya mengalami banyak perkembangan. Salah satunya, keempat menara setinggi 47 meter yang mengelilingi masjid berwarna putih bersih. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara pada masjid ini.

Rekonstruksi kembali terjadi pada masa Sultan Al-Asyraf Saif Al-Din Qait-Bey dari Dinasti Mamluk. Masjid tersebut dilengkapi dengan sebuah mimbar baru dari pualam. Mimbar itu kemudian diganti dengan mimbar yang terkenal dengan sebutan “Mimbar Masjid Raya”.

Kemudian pada masa kepemimpinan Raja Fahd ibn Abdul Aziz tahun 1986, Masjid Quba kembali direnovasi dan diperluas, menelan biaya 90 juta riyal (Rp.90.000.000.000,-). Hingga saat ini, inilah renovasi terbesar masjid tersebut, tapi tetap mempertahankan bentuk arsitektur tradisionalnya.

Di sisi selatan masjid dibuat galeri terbuka dengan deretan tiang. Sedangkan di sisi sebelah utara terdapat dua serambi bertiang. Di sebelah timur dan barat terdapat tempat terbuka dengan dinding tembok berbeton. Pada bagian atasnya berjejer sebanyak enam kubah besar, masing-masing berdiameter 12 meter, serta 56 kubah kecil yang masing-masing berdiameter enam meter. Kubah-kubah tersebut ditopang oleh pilar-pilar beton yang sangat kokoh.

Sementara lantai halaman, yang terbuka, dilapisi marmer yang anti panas. Di bagian ini terdapat atap yang dapat bergerak, terbuka dan tertutup otomatis, serta terpal yang sangat kokoh, yang melindungi lantai atau jama’ah dari sengatan matahari.

Masjid ini memiliki 19 pintu, terdiri dari tiga pintu utama. Tiga pintu utama, yang berdaun pintu besar, diperuntukkan bagi para jama’ah yang ingin memasuki masjid mulia itu. Dua pintu diperuntukkan bagi jama’ah laki-laki, sedangkan satu pintu bagi jama’ah perempuan. Berbagai petunjuk dan informasi khusus ditempatkan pada dinding luar masjid dan di dinding pintu. Di seberang ruang utama masjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar-mengajar.

Sakarang yang bertanggung jawab atas renovasi masjid ini adalah keluarga Saud.

Kompleks masjid ini memiliki luas 135.000 meter persegi. Sementara ruang shalat utama seluas 5.035 meter persegi, yang bisa menampung hingga 20.000 jama’ah. Masjid ini, sebelum diperluas, pada zaman Rasulullah, hanya memiliki luas 1.200 meter persegi.

Di kompleks masjid ini terdapat kantor, pertokoan, dan ruang tamu. Kompleks masjid juga dilengkapi dengan tempat tinggal imam dan muadzin.

Atas Dasar Taqwa
Selain keistimewaan-keistimewaan bangunan fisik tersebut, Masjid Quba juga memiliki keistimewaan spiritual khusus dari Allah SWT. Yakni, masjid ini disebut Masjid Taqwa, seperti termaktub dalam Al-Quran surah At-Tawbah ayat 108, yang artinya “Janganlah kamu shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah SWT menyukai orang-orang yang bersih.”

Menurut ulama tafsir, umat Islam tidak diperkenankan bersikap egois dalam meraih kemulian. Shalat berlama-lama, bahkan hingga tinggal di dalam masjid tersebut, sementara yang lainnya tidak bisa memasukinya, sangat dibenci Allah SWT.

Masjid itu dibangun berdasarkan ketaqwaan kepada Allah, maka sejatinya umat Islam pun bisa beribadah di dalamnya dengan penuh taqwa kepada-Nya.

10 Masjid Tertua di Dunia

Masjid atau mesjid adalah rumah tempat ibadah umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan – kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur’an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.

1. MASJID QUBA, ARAB SAUDI

pertama dibangun: 622
lokasi: Madinah
negara: Arab saudi

masjid quba di lingkungan terpencil madinah di arab saudi, merupakan masjid tertua di dunia. Batu pertamanya yang diposisikan oleh nabi islam muhammad pada emigrasi dari kota mekah ke madinah dan masjid ini selesai dengan temannya. Muhammad menghabiskan lebih dari 20 malam di masjid (setelah bermigrasi) berdoa qasr (sebuah doa pendek) sambil menunggu ali yang rumahnya di belakang masjid ini.

2. AL-MASJID AL-NABAWI, ARAB SAUDI

pertama dibangun: 622
lokasi: Madinah
negara: Arab saudi

al-masjid al nabawi, yang sering disebut masjid nabi adalah sebuah masjid yang terletak di kota madinah. Sebagai tempat peristirahatan terakhir islam nabi muhammad, itu dianggap tempat paling suci kedua dalam islam oleh umat islam (yang pertama adalah masjid al-haram di mekkah). Masjid ini berada di bawah kendali penjaga dua masjid suci.

3. MASJID AL-QIBLATAIN, ARAB SAUDI

pertama dibangun: 623
lokasi: Madinah
negara: Arab saudi

masjid al-qiblatain (masjid dua qiblas) adalah sebuah masjid di madinah yang secara historis penting bagi umat islam sebagai tempat dimana nabi muhammad, memimpin doa, dikatakan telah diperintahkan untuk mengubah arah shalat (kiblat) dari yerusalem ke mekah. Jadi unik yang terdapat relung doa dua (mihrabs). Baru-baru ini masjid tersebut direnovasi, menghapus niche doa tua menghadap ke yerusalem dan meninggalkan satu menghadap mekah.

4. MASJID JAWATHA, ARAB SAUDI

pertama dibangun: 629
lokasi: Al kilabiyah
negara: Arab saudi

jawatha mosque (juga salah dieja al-jawana) terletak di desa al-kilabiyah, sekitar 12km timur laut hofuf, al-ahsa, arab saudi. Itu adalah awal masjid yang dibangun di arabia timur dan sebagian besar struktur asli di reruntuhan. Tempat ini masih digunakan untuk doa.

5. MASJID AL-HARAM, ARAB SAUDI

pertama dibangun: 638
lokasi: Mekkah
negara: Arab saudi

al-masjid al-haram merupakan salah satu masjid terbesar di dunia. Terletak di kota mekah, itu mengelilingi ka’bah, tempat yang gilirannya umat islam di seluruh dunia untuk sementara menawarkan doa-doa sehari-hari dan merupakan tempat suci islam. Masjid ini juga dikenal sebagai masjid agung.

6. MASJIA AGUNG KUFA, IRAQ

pertama dibangun: 639
lokasi: Kufa
negara: Irak

masjid agung kufah, atau masjid al-kufah, atau masjid-al-azam terletak di kufah, irak, merupakan salah satu masjid paling awal dalam islam. Dibangun pada abad ke-7, berisi sisa-sisa muslim ibn ‘aqil – sepupu pertama dari husain bin’ ali, rekan hani nya ibn ‘urwa, dan mukhtar al-thaqafī revolusioner.

7. MASJID UQBA, TUNISIA

pertama dibangun: 670
lokasi: Kairouan
negara: Tunisia

masjid uqba, juga dikenal sebagai masjid agung kairouan, merupakan salah satu masjid paling penting di tunisia, terletak di kota warisan dunia unesco kairouan.

8. MASJID IMAM HUSSAIN, IRAQ

pertama dibangun: 680
lokasi: Karbala
negara: Irak

ali bin husain vihara ‘adalah sebuah tempat suci syiah islam di kota karbala, irak. Ia berdiri di lokasi makam ali, cucu kedua muhammad, dekat tempat di mana ia terbunuh selama pertempuran karbala pada 680 masehi makam husain bin ‘ali bin husain adalah salah satu tempat suci untuk shi ‘sebagai luar mekah dan madinah, dan banyak berziarah ke situs. Setiap tahun, jutaan peziarah mengunjungi kota untuk mengamati ‘asyura, yang menandai ulang tahun husain bin’ ali kematian.

9. MASJID AL AQSA, JERUSALEM

pertama dibangun: 705
lokasi: Jerusalem
negara: Palestina

masjid al-aqsa, adalah tempat suci islam di kota lama Jerusalem. Tempat yang termasuk masjid (bersama dengan kubah batu), juga disebut sebagai al-haram ash-sharif atau “suci noble sanctuary”, adalah temple mount, situs paling suci dalam yudaisme, tempat di mana pertama dan kedua candi yang berlaku umum untuk memiliki berdiri. Muslim percaya bahwa muhammad adalah diangkut dari masjidilharam di mekah ke al-aqsa selama perjalanan malam. Tradisi islam menyatakan bahwa muhammad memimpin doa terhadap situs ini sampai bulan ketujuh belas setelah emigrasi, ketika tuhan mengarahkan dia untuk mengubah arah kabah

10. MASJID AL-ZAYTUNA, TUNISIA

pertama dibangun: 709
lokasi: Tunis
negara: Tunisia

masjid al-zaytuna, atau ez-zitouna atau ezzitouna masjid adalah sebuah masjid besar di tunis, dekat pantai utara afrika.

Arab Saudi, Tidak Hanya Makkah dan Madinah

Masih banyak tempat-tempat menarik lain di Arab Saudi yang dapat dikunjungi setelah menunaikan ibadah haji, atau kesempatan yang berikutnya.

Perhatian dunia Islam sedang tertuju ke Arab Saudi, terutama ke Makkah dan Madinah, tempat diselenggarakannya ibadah haji. Namun sebetulnya Arab Saudi tidak hanya terdiri dari Makkah dan Madinah. Arab Saudi adalah sebuah Negara yang terdiri dari 13 propinsi dan berbatasan langsung dengan Yordania, Irak, Kuwait, Teluk Persia, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman dan Laut Merah.

Banyak tempat lain yang menarik untuk disinggahi di negara tempat kelahiran Nabi Muhammad ini. Tentu Anda dapat mengunjunginya setelah kewajiban berhaji ditunaikan, atau pada kedatangan Anda berikutnya. Tempat-tempat tersebut, antara lain:

Jeddah
Jeddah adalah kota pelabuhan utama di Arab Saudi. Pada musim haji bandara di kota ini, yaitu Bandara King Abdul Aziz memiliki tingkat kesibukan yang sangat tinggi karena digunakan untuk melayani para tamu Allah. Di kota ini ada beberapa tempat menarik, antara lain;

Al Balad
Balad dapat dikatakan sebagai jantung kota Jeddah, pusat lalu lintas bisnis dan perdagangan antara Yaman dan Eropa. Tempat ini juga kerap dijuluki sebagai Parisnya Arab, karena menjadi surge berbelanja masyarakat, termasuk para jamaah haji asal Indonesia. Kawasan Balad sebenarnya merupakan situs kota masa lampau berusia +2500 tahun yang kini sudah berbenah, sehingga kawasan ini dijadikan sebagai kawasan sejarah dan obyek wisata yang spesifik.

Air Mancur King Fahd

Air mancur ini juga dikenal sebagai air mancur Jeddah. Air mancur ini merupakan air mancur tertinggi di dunia, yaitu 312 m. Air mancur ini merupakan sumbangan dari raja Fahd untuk kota Jeddah, sehingga kerap juga dikenal sebagai air mancur Raja Fahd. Air mancur ini akan terlihat cantik pada malam hari, dimana lebih dari 500 lampu menyinari dengan warna-warna yang indah.

Masjid Terapung

Masjid terapung atau floating mosque berada di kota ini, merupakan tempat dengan pemandangan yang sangat indah. Berada di pantai yang berbatasan dengan laut Merah. Keindahan tempat ini terlihat dari masjid yang terlihat mengapung di laut merah berwarna putih, dengan interior yang sangat indah, dilengkapi dengan fasilitas modern seperti sound system dan sebagainya. Pada musim dingin, masjid ini menyediakan fasilitas air panas.

Souq Al Alawi dan Gabel Street
Souq Al Alawi merupakan tempat untuk menemukan souvenir bagi teman dan keluarga ketika kita berkunjung ke kota ini. Barang-barang seperti madu, kurma, parfum Arab dengan mudah ditemui di tempat ini. Sedangkan Gabel Street yang terletak berdekatan dengan Souq Al Alawi, juga tempat souvenir yang lebih unik, seperti belati atau tempat kopi orang Bedouin dan sebagainya.

Riyadh
Riyadh adalah ibu kota Arab Saudi yang terletak di kawasan Nejd. Kota yang dihuni sekitar 4,5 juta jiwa ini merupakan pengembangan ‘koridor pusat’ Arab Saudi dan memiliki 17 kecamatan. Tempat ini seharusnya gersang, namun ada lima bendungan penampung air hujan, ditambah 96 sumur dan pipa sepanjang 467 km yang membawa air dari pusat desalinasi di Teluk Persia, sehingga menjadikan kawasan ini cukup memiliki persediaan air. Beberapa tempat menarik di Riyadh, antara lain:

Kingdom Center

Disebut juga Burj Al Mamlaka, atau pencakar langit. Merupakan gedung tertinggi di kota Riyadh dan gedung ke 55 tertinggi di dunia dengan tinggi 3023 m. Tempat ini juga memiliki masjid tertinggi, setelah masjid di Burj Khalifa. Kingdom Center dimiliki oleh Pangeran Al Waleed bin Talal, pangeran dari keluarga kerajaan Saudi, juga merupakan pusat perusahaan yang dimilikinya.

Museum Nasional

Merupakan museum kebanggaan Saudi Arabia dan tempat yang sangat sering dikunjungi turis mancanegara. Di dalam museum ini kita bisa menemukan berbagai benda yang menunjukkan budaya Saudi Arabia di masa lalu dan sekarang. Seperti benda-benda antik, manuskrip, berbagai dokumen dan sebagainya yang juga dapat menjadi sejarah dari perkembangan Islam.

Masmak Citadel
Merupakan benteng yang dibuat pada abad ke 19 oleh Muhammad bin Abdullah bin Rasheed. Benteng ini merupakan rumah bagi klan Al Saud yang memerintah tempat ini sebelum dikuasai oleh keluarga Al Rashid. Benteng ini dibuat dari bata yang bahannya diambil dari lumpur. Terdapat 4 menara intai yang digunakan para tentara untuk mengintai musuh. Tempat ini menjadi semacam museum yang menarik untuk dikunjungi para wisatawan.

Al Diriyah
Al Diriyah merupakan rumah bagi keluarga kerajaan Saudi dinasti pertama, yaitu pada sekitar tahun 1744 – 1818. Tempat yang bersejarah ini telah ditetapkan menjadi situs warisan dunia versi UNESCO tahun 2010.[esthi]

Ke Jabal Nur Mengunjungi Gua Hira

Goa Hira adalah sebuah goa kecil yang terletak tak jauh dari puncak Jabal Nur. letaknya sekitar 6 Km sebelah utara Masjidil Haram. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama.

Untuk menuju ke sana, diperlukan waktu sekitar 1,5 jam. Mulai dari kaki gunung, kita bisa menapaki track yang sudah ada. Awalnya memang terasa mudah. Batu-batuan yang ada di sana bisa dijadikan tempat berpijak. Akan tetapi, sekitar 15 menit mendaki, ketika nafas sudah mulai tersengal, jalan setapak itu terasa sangat berat.

Dalam perjalanan ke puncak, kita dapat menjumpai beberapa pedagang minuman. Baik yang berupa pedangan asongan, atau pun yang sudah mempunya lapak sebagaimana kedai minum yang ada di terminal-terminal ibukota. Selain itu, ada beberapa peminta-minta yang sedang bertugas. Bagi yang sudah pernah Umrah atau Haji, bukan sebuah pemandangan asing bila kita menjumpai orang-orang yang mempunyai cacat fisik seperti tangan dan kaki yang tidak sempurna. Pemandangan serupa pun juga dapat kita jumpai sepanjang perjalanan ke puncak Jabal Nur. Fantastik! Orang yang cacat seperti itu, bisa menaiki gunung yang bagi sebagian orang yang sempurna pun sulit untuk didaki! 🙂

Menjelang ke puncak, kita juga dapat berfoto dengan Unta! Unta? Ya! Unta! Unta khas Saudi yang didandani sedemikian rupa yang oleh empunya-nya dapat dijadikan alat untuk mencari riyal demi riyal. Untuk berfoto dengan unta di Jabal Nur biayanya tidak sama seperti berfoto dengan hewan berpunuk ini bila di Jabal Rahmah (Arafah). Bisa dimaklumi, karena untuk tiba sampai di sana, hewan ini butuh pengorbanan yang sangat! 🙂

Satu hal yang menarik lagi, bahwa di sepanjang jalan setapak itu, kita juga dapat jumpai beberapa orang yang sibuk dengan ember, pasir, semen, dan “cetok” (lupa nama Indonesianya euy! jawir habis! :)) Mereka seolah-olah sedang memperbaiki beberapa tangga yang rusak. Persis seperti di kampungku bila musim hujan tiba. Bila ada jalan yang berlubang, ramai orang menguruknya dengan batu. Seakan-akan membantu kemudahan pengguna jalan. Dan kegiatan ini baru berhenti bila musim kemarau datang! 🙂

Begitu tiba di puncak Jabal Nur, kita akan disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan! Kota Mekah terlihat dari sini. Mobil-mobil yang berseliweran di jalan terlihat seperti mainan. Di puncak ini, kita juga dapat temui beberapa fotografer amatiran. Mereka menggunakan kamera polaroid. Sekali jepret! Jadi deh! 🙂

Di beberapa batu besar yang ada di puncak gunung, kita bisa melihat grafiti yang bertuliskan “Jabal Nuur” atau “Goa Hira”. Bagi jamaah yang baru ke sini, akan mudah terkecoh dengan tulisan-tulisan itu. Seolah-olah Goa Hira sudah di depan mata. Tapi mereka salah! Goa Hira tidak terletak di puncak Jabal Nur!

Untuk ke Goa Hira, dari Puncak Jabal Nur, kita harus menuruni tebing yang agak curam. Alhamdulillah sudah ada tangga yang permanen dan dinding yang tinggi untuk menjaga agar tidak jatuh ke jurang. Setibanya di bawah, kita harus belok ke kanan dan melewati celah sempit di antara dua batu besar. Sesudah melewati itu, di sebelah kiri, akan kita goa yang sangat bersejarah! Goa Hira!

Tidak terlalu luas. Hanya bisa diduduki oleh sekitar 4 orang. Dari dinding goa sebelah kanan, ada semacam celah yang menghubungkan goa ini dengan udara bebas di luar. Angin yang berhembus terasa sangat kencang. Dan sejuukkk!!

Bila kita keluar dari goa tersebut, dan memandang arah ke bawah, maka dari jauh kita akan melihat masjidil haram. Sungguh, bila tak ada bangunan lain yang melebihi tinggi Ka’bah, maka kita pun akan dapat melihat Ka’bah! Sebagaimana Rasulullah dulu sering memandangi Ka’bah dari tempat ini.

Subhanallah..! Sebuah perjalanan yang tak kan mungkin bisa dilupakan. Terbayang bagaimana perjuangan Rasulullah dahulu ketika berkhalwat di sini. Sungguh tidah mudah!! Allahu Akbar!!!

Pulau Moyo, Pulau Kecil Pemikat hati Lady Diana

Meskipun kecil, pulau yang sepi namun memiliki kekayaan alam yang luar biasa ini, berhasil memikat beberapa orang “besar” sekaliber Lady Diana dan Mick Jagger untuk berlibur. Pulau Moyo, sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Melihat keindahan pantai, laut dan alamnya, memang menawarkan ketenangan bagi penikmat keindahan alam bebas dan bawah laut.

Untuk mencapai Pulau Moyo sangatlah mudah. Perjalanan dengan mobil dapat ditempuh dari Sumbawa Besar ke Ai Bari, kampung pesisir yang terletak sekitar 20 km Utara Sumbawa Besar. Atau bila tidak ingin repot, Hotel Tambora dan Kencana Beach Hotel di Sumbawa Besar, bisa mengatur perjalanan menuju pulau ini. Ai Bari yang dalam bahasa Samawa berarti air asin, merupakan kampung nelayan yang miskin fasilitas, namun dari orang Samawa, Bajo dan Bugis yang menghuni daerah ini, sangat ramah.

Pulau Moyo Perjalanan dari Ai Bari ke Pulau Moyo dapat ditempuh selama lebih kurang 15 menit dengan speedboat, atau menggunakan kapal ketinting. Salah seorang nelayan yang selalu menyediakan transportasi ini adalah Pak Lahi yang sudah terbiasa menerima tamu asing, bahkan sering ditulis dalam berbagai buku panduan wisata!

Pulau Moyo memiliki variasi ketinggian dari 0-648 m di atas permukaan laut. Sebagai penanda masih lestarinya pulau seluas kurang lebih 30.000 hektar ini, ratusan kupu-kupu akan terlihat dari balik semak belukar, pepohonan atau di tengah padang savana. Pulau ini juga dihuni 21 jenis kelelawar, burung, macaque, babi liar, rusa dan ular. Dengan kondisi alam yang masih sangat alami, tidak disarankan memasuki pulau ini tanpa pemandu. Karena ada kemungkinan bisa tersesat. “Namun anehnya, setiap kali ada yang tersesat, pasti tetap menemukan jalan ke luar sendiri. Entah “digiring” oleh burung atau kupu-kupu,” ujar Pak Maman, salah seorang pemandu di sini. Menurutnya lagi, “penghuni” (baca: makhluk halus) hutan di Pulau Moyo tidak suka mengganggu.

Pulau MoyoBila berkunjung ke pulau ini, kita bisa melihat keindahan alam yang masih alami. Hutan yang indah dan nyaris tak tersentuh, air terjun dan sungai-sungai alami, serta keindahan bawah laut yang tiada habisnya. Selain hiking di hutan, menyusuri sungai dan air terjun, beberapa gua yang dapat dicapai dengan berjalan kaki, bisa menjadi alternatif kegiatan. Salah satunya adalah Gua Ai Manis yang harus dicapai dengan sedikit memanjat tebing. Gua ini tempat bersarangnya ratusan kelelawar. Selain itu, aktivitas lain yang bisa Anda lakukan adalah trekking selama dua jam yang bisa dimulai dari Labuan Haji, ke arah Air terjun Brang Rea (Sungai Besar) yang terletak di tengah pulau.

Pulau Moyo juga merupakan “surga” bagi pencinta burung. Dari 124 spesies burung yang terdapat di Sumbawa, 86 jenis di antaranya berada di pulau ini. Spesies burung langka juga bisa Anda temukan di sini. Diantaranya adalah Kakatua berkepala kuning serta burung Gosong. Burung yang terakhir, memang unik karena mengandalkan tanaman dan ranting untuk menghasilkan panas selama masa inkubasi telurnya.

Bila ingin snorkeling atau menyelam, kawasan sekitar pulau menawarkan berbagai keindahan bawah laut yang juga tak kalah menarik. Taman laut yang membentuk formasi karang lunak dan keras yang indah, bisa ditemukan pula sponge (spon) dan crustacea. Seorang wisatawan Belanda yang kebetulan baru saja selesai snorkeling, membagi pengalamannya. “Tadi saat snorkeling saya lihat hiu kecil berenang di sekitar pantai Ai Manis. Dan di sekitar tempat itu, pemandangan karangnya sungguh indah. Saya juga lihat belut,” ujar Karsten, wisatawan tersebut.

Pulau Moyo Pulau Moyo juga menawarkan keindahan alam bawah laut. Hampir keseluruhan pulau dikelilingi karang yang masih dalam keadaan baik dan belum rusak. Hiu dengan panjang kurang lebih dua meter, anemon, pelagik, belut, groupers bahkan manta, semua ada. Bila Anda ingin diving, Anda bisa melakukannya di sekitar Pulau Medang, yang terletak di Barat Laut Pulau Moyo. Anda bisa menghubungi Laguna Biru Resort yang berada di pinggiran kota Sumbawa Besar. Kapal pesiar dari Bali, Lombok atau bahkan mancanegara sering melakukan persinggahan di pulau ini. Pcrjalanan biasanya menyinggahi Pulau Moyo dan Pulau Satonda, pulau mungil di sebelah timur laut Pulau Moyo yang memiliki danau air asin di tengah pulau.

Selain jauh dari jangkauan wisatawan domestik, promosi tentang pulau Moyo masih sangat sedikit. Untuk berlibur ke sini, dibutuhkan ketersediaan waktu dan dana yang cukup lumayan. Namun, bila ada keinginan untuk melihat sebagian kecil keindahan negeri ini, Pulau Moyo adalah salah satu tempat yang patut dikunjungi. “Kalau kebetulan sedang beruntung, Anda bisa melihat sekelompok ikan terbang,” ujar Pak Lahi sambil menunjuk sekelompok ikan terbang yang sedang melompat dari dalam air ke atas permukaan.

Sumber: Majalah Tamasya

Hotel Tugu Blitar, Bersantai di Ruang Sang Fajar

hotel-tuguHotel Tugu

Kunjungi kota Blitar dan sekitarnya untuk melihat warisan Jawa Timur sesungguhnya. Anda bisa sightseeing ke Candi Penataran, salah satu candi terbesar dan terpenting umat Hindu peninggalan Kerajaan Majapahit. Lalu usai hari yang penuh tamasya, Hotel Tugu Blitar menjadi tempat bernaung terbaik di tanah kelahiran Proklamator Soekarno ini.

Kota yang berada di dekat pantai selatan Jawa Timur ini memiliki kesederhanaan yang memesona. Sederhana dalam artian Anda tak kan menjumpai gedung pencakar langit dan jalanan yang dipenuhi polusi dari kemacetan kendaraan bermotor. Blitar dan sekitarnya justru menawarkan hamparan pantai yang masih alami, suasana kota yang tenang dan candi kuno peninggalan Kerajaan Majapahit yang berdiri kukuh. Blitar bisa ditempuh dari kota Malang, menggunakan kendaraan bermotor selama 1.5 jam. Perjalanan pun jauh dari kata  embosankan. Pemandangan alam, sawah dan pedesaan menjadi lukisan hidup yang mengiringi kepergian Anda menuju Kota Patria.

Tepat di tengah kota, Hotel Tugu Blitar berdiri. Menempati sebuah bangunan peninggalan colonial Belanda yang berdiri sekitar 1850-an, yang pada saat itu dimiliki keluarga terpandang Blitar. Setelah Perang Dunia II, namanya menjadi Hotel Centrum. Beberapa tahun kemudian, berubah nama menjadi Hotel Sri Lestari yang kini masih berdiri bersisian dengan Hotel Tugu Blitar. Kini keduanya menjadi kesatuan, dengan nama Tugu – Sri Lestari. Meski berada di tengah kota, Anda akan dibawa masuk ke dalam rumah keluarga bangsawan di masa lampau. Tanaman gantung tropis mengapit jalan masuk menuju halaman yang rimbun. Di sana Anda akan menemukan bangunan utama, dengan pilar putih bersih dan langit-langit tinggi yang memberi kesan lapang. Di sekitar bangunan, pepohonan tropis berusia ratusan tahun tumbuh menjulang tinggi, memberi keteduhan. Dan begitu malam tiba, lampu dengan cahaya kuning berpendar lembut menerangi bangunan bersejarah yang menyimpan memorilibia Bung Karno ini.

hotel-tugu2

RUANG TIDUR SANG PROKLAMATOR
Meski berusia lebih dari satu setengah abad, bangunan hotel sudah mengalami renovasi dengan tetap mempertahankan keindahannya yang khas dan berkarisma. Pengagum tokoh Bung Karno akan menemukan pengalaman yang luar biasa saat memasuki Sang Fajar Suite. Ini kamar terbaik di Hotel Tugu Blitar yang menyimpan memorilibia dan koleksi pribadi Bung Karno; seperti foto, lukisan dan perabotan lemari dan tempat tidur dari ukiran kayu yang berukuran lebih besar dari tempat tidur pada umumnya. Ruang seluas 80 meter persegi ini memiliki ruang tamu dan ruang tidur terpisah. “Sang Fajar juga bisa dijadikan ruang pertemuan untuk 10 hingga 15 orang,” ucap Hartini, Operational Manager Hotel Tugu Blitar. Kami serasa berada di dalam museum yang didedikasikan kepada sosok pria yang dicintai rakyatnya ini. Tamu yang ingin mengenal sosok Bung Karno lebih jauh, bisa memutar beberapa pilihan DVD yang disediakan di dalam kamar. Pengalaman kedekatan dengan tokoh bersejarah yang dikenal menawan dan tampan ini bisa Anda rasakan dengan Rp.2.750.000 per malamnya.

Masih dalam satu bangunan dengan Sang Fajar Suite, Tugu Suite bisa menjadi pilihan menginap lainnya. Kamar seluas 40 meter persegi ini memancarkan suasana yang romantis. Dilengkapi dengan tempat tidur berkelambu dan kamar mandi outdoor yang modern. Pendingin ruangan, pesawat televisi dan pemutar DVD melengkapi kamar yang bisa dinikmati seharga Rp.800.000 per malam ini. Namun nuansa etnik bukan pilihan bagi semua orang. Bagi yang merasa lebih nyaman dengan suasana modern, pilihannya Hotel Sri Lestari yang terletak di sebelah kanan bangunan utama. Pilihan kamar dimulai dari Executive Suite seluas 30 meter persegi yang biasa ditempati wakil presiden Boediono saat mengunjungi kampong halamannya. Hingga Deluxe, Superior dan Mungil Room yang dimulai dari harga Rp.250.000 per malam.

NGE-TEH DI WAROENG JAWA
Bertandang ke Blitar belum lengkap tanpa menikmati minuman tradisional sambil mencicipi aneka kue tradisional di dalam Waroeng Jawa. Lampu minyak menjadi  enerang warung yang menjadi salah satu meeting point populer di antara penduduk lokal. Suasana santai dan merakyat ini bisa dinikmati tamu hotel setiap sore hari. Warung sederhana ini menyajikan pilihan teh, kopi dan minuman herbal sebagai teman duduk santai sambil menikmati udara sore di atas tempat duduk dan kursi kayu panjang. Untuk santapan sepanjang hari, ada The Colony Restaurant. Makanan yang disajikan bervariasi dari hidangan tradisional Indonesia, Cina dan Eropa. Nuansa merah dan biru tua menambahkan kesan romantis dan elegan. Sambil bersantap, Anda bisa menikmati udara sejuk dan berjumpa dengan ikon legendaris Hotel Tugu Blitar, Mbah Man. Pria berusia 82 tahun ini sudah mengabdi sejak bujang. Selagi Urban Style bertandang menikmati sarapan pagi, Mbah Man sedang duduk di sebuah sudut dekat piano, dan kecintaannya pada hotel ini terlihat saat masih sesekali membersihkan debu yang menempel pada perabotan. Kami pun tak melewatkan kesempatan untuk berfoto bersama mengambil  dan sedikit berbincang bersama pria tua yang Ramah ini. Begitu pun dengan tamu hotel yang lain, Mbah Man sangat terbuka dan ramah pada siapapun.

MAKAN MALAM DENGAN LATAR CANDI PENATARAN
Selain menyimpan benda bersejarah peninggalan Bung Karno, Hotel Tugu Blitar juga menyediakan paket tur ke beberapa tempat wisata budaya dan sejarah di sekitar Blitar. Jika Anda menyukai bangunan dan candi peninggalan budaya Hindu dan Budha seperti Prambanan, maka jangan lewatkan kesempatan mengunjungi Candi Penataran. Candi Hindu terbesar dan paling penting peninggalan Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Letaknya di lereng Gunung Kelud, sekitar 20 Kilometer Utara Blitar.

Untuk pasangan, kami rekomendasikan Anda mengambil paket makan malam ultra romantis dengan latar belakang pemandangan Candi Penataran. Dengan Rp.1.500.000, sudah termasuk tur privat menuju candi, dilanjutkan dengan hidangan makan malam dan segelas house wine, penampilan tarian tradisional dan iringan suling bambu. Semua hanya untuk Anda dan
orang terkasih. “Kami sering kedatangan pasangan dari Perancis, Belanda dan Jerman. Jumlahnya bias mencapai 3 pasangan dalam 1 bulan,” ucap Yudha. Kalau sudah memasuki bulan Mei hingga September, wisatawan asing mulai meramaikan hotel dengan mengambil paket wisata ini.

Anda juga bisa mengatur tamasya budaya yang tak kalah menarik lainnya. Seperti mengunjungi makan Bung Karno, Gunung Kelud yang terletak 45 kilometer Utara Blitar, hingga pantai selatan Jawa seperti Tambakrejo terletak di Desa Tambakrejo, 30 kilometer dari Blitar. Pantai dengan pasir putih alami yang membentang sepanjang 10 kilometer menawarkan keindahan ombak dan pesona matahari terbenam yang menenangkan jiwa. Hotel Tugu Blitar tampaknya mengerti bagaimana memanjakan kaum urban yang mulai jengah dengan  bisingnya ibu kota dan butuh pelarian tenang di tanah kelahiran Sang Proklamator. (Dian Nuryana)(Foto.Ryan Muhjanni/US)