pelabuhan-bintanPelabuhan Tanjung Pinang, ibukota Bintan (Rayendra/US)

PANTAI menjadi salah satu aset penarik wisatawan yang melancong ke Bintan. Namun, jangan bayangkan suasana pantai riuh dan padat.Ketika pelesir di Bintan, Anda akan merasa berada di sebuah pulau pribadi. Privasi dan keceriaan bisa didapat di sini. Ikuti pengalaman awak Urban Style berikut.

Bagi urbanis yang hendak berlibur ke Bintan, akses paling mudah dan murah menggunakan pesawat tujuan Batam. Selain tiket pesawat, sangat dianjurkan Anda melakukan reservasi penginapan.

Setelah mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Anda dapat memesan taksi menuju pelabuhan yang berjarak tempuh sekitar 30 menit. Selepas itu, dengan menaiki kapal ferry Batuta seharga 90.000 rupiah sekali jalan, Anda-pun tiba di Pelabuhan Lagoi, Bintan.

Hubungi agen perjalanan Anda untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal. Setiap harinya kapal hanya 2 kali perjalanan PP, jadwal hariannya pun berbeda.

Kami sempat terkejut saat melintasi jalanan dari pelabuhan menuju penginapan. Sama sekali tidak nampak perumahan, pertokoan atau perkantoran. Kanan-kiri jalan hanya rerumputan, pepohonan dan tiang listrik. Kendaraan-pun tak banyak berlalu-lalang, membuat kami merasa seperti terjebak di pulau kosong.

Menurut pemandu wisata, hampir setengah bagian pulau Bintan disewa pengusaha asal Singapura. Akses masuk dan keluar wilayah tempat berkumpulnya beberapa penginapan mewah ini-pun dijaga ketat. Sekuriti selalu memeriksa kendaraan yang melintasi satu-satunya jalan keluar dari wilayah resort ke jalan umum.

Sepuluh menit kemudian, barulah tampak beberapa resort. Mulai dari yang mahal, seperti Club Med atau Bintan Lagoon. Harga kedua hotel itu mulai 1000 dollar Singapura (1 dollar Singapura setara dengan 7000 rupiah) per malamnya.

Sedang yang lebih bersahabat, ada Angsana, Nirwana, Banyan dan Mayang Sari. Urban Style sendiri bermalam di Nirwana dengan harga 60 dollar Singapura. Sebaiknya Anda siapkan uang tunai dollar Singapura. Semua transaksi di dalam area hotel menggunakan dollar Singapura. Ironis, mengingat saat tiba di pelabuhan tertulis dengan jelas Welcome to Bintan, Indonesia.

Seluruh hotel di kawasan ini memiliki halaman belakang pantai. Bila tinggal di kamar yang view-nya laut, tarif yang dikenakan-pun dua kali lipat. Jadi, Anda bebas bermain sepuasnya di pantai pribadi ini. Sekadar jalan-jalan, bermain pasir atau air juga bisa.

Ada banyak kegiatan yang disediakan pihak hotel. Ada perawatan spa seperti massage, bermain paralayang, menonton elephant show, bersepeda mengelilingi area hotel, mengendarai ATV, outbound, voli pantai, futsal dan sebagainya.

Beberapa wilayah juga cocok untuk berselancar. Jika Anda hendak belajar surfi ng, sebaiknya datang antara Maret- September saat ombak ‘bersahabat’.

pantai-trikora-bintanPantai Trikora (Rayendra/US)

Bosan di area hotel? Anda bisa keluar dari kawasan hotel. Sewa mobil dengan harga 50 dollar Singapura tiap 2 jam, kunjungi tempat-tempat lain di Bintan. Ada Pantai Trikora yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit. Pantai ini masih ‘perawan’, karena belum ada restoran atau kafe sama sekali. Meski tak se-bersih pantai pribadi hotel, Anda dapat menikmati birunya laut dan putihnya pasir.Terletak sekitar 2 kilometer dari Trikora, ada penginapan lokal dengan harga lebih murah. Tak jauh dari situ, ada wahana pemancingan. Bagi yang gemar memancing, ada baiknya berangkat lebih pagi agar lebih mudah mendapatkan ikan.

Lebih jauh lagi, arahkan kemudi Anda ke selatan pulau. Di sana ada Tanjung Pinang, yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten Bintan. Buat yang berjiwa petualang tinggi, dari Tanjung Pinang dapat menyewa kapal kecil untuk menuju dua pulau kecil di barat Tanjung Pinang: Pulau Penyengat dan Pulau Senggarang.

Dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dari Tanjung Pinang ke Pulau Senggarang. Di sini, Anda dapat melihat klenteng (kuil Cina) yang berusia 200 tahun. Ada patung Budha berukuran besar dan patung kera sakti. Di pulau ini, terdapat pula kuil Tien Shang Miao. Bangunan ini sempat dibiarkan tak terawat, hingga sekelilingnya dijalari batang pohon.

Karena keunikannya, kini Tien Shang Miao menjadi tempat yang sering dikunjungi wisatawan asing. Dari Senggarang ke pulau Penyengat, kurang lebih dibutuhkan waktu 15 menit. Meski letaknya berdekatan, pulau ini justru menjadi peninggalan kerajaan Riau. Di sini Anda bisa melihat bekas reruntuhan kerajaan yang dicat ulang dengan warna kuning.

Biasanya, turis Muslim menyempatkan diri untuk shalat di Masjid Sultan Agung. Tempat belanja di Bintan ada di Pasar Oleh- Oleh. Namun, tempat ini umumnya ditujukan untuk turis asing. Produk yang dijual lebih ke kerajinan tradisional Indonesia macam boneka wayang, batik, handicraft dan sebagainya. Di Pasar Oleh-Oleh ini juga terdapat beberapa restoran, karaoke, spa dan nail-art.

(Rayendra-US/gur)