23 Nov

Siapa bilang sulit menemukan spa halal di Jakarta? Tak hanya dimanjakan oleh berbagai perawatan yang membuat tubuh menjadi rileks dan segar, namun, para pelanggan, baik pria dan wanita, dapat merasakan suasana yang asri di origin village, Kampung Betawi, tanpa khawatir keluar dari jalur syar’i.

Spa dan Interior
Ketika Anda memasuki Puri Wangi, Anda akan langsung disajikan desain interior yang mengagumkan. Maklum, pemiliknya, Ir. Sri Suharyanti adalah seorang arsitek yang juga menggemari spa. Tak heran, sejak April 2002, Yanti, sebutan akrab Sri Suharyanti, memutuskan untuk mendirikan salon dengan spa treatment. Saat itu, Yanti dan keluarga masih tinggal di Bukit Pamulang Indah dan rumahnya pun disulapnya menjadi tempat spa. Walhasil, karena saat itu, salon dengan spa treatment masih jarang ditemukan, Puri Wangi pun jadi incaran dan laris melayani pengunjung di sekitar Pamulang.

Meski sudah dikenal di sekitar Pamulang, pada 2008, Yanti memindahkan lokasi spa-nya di rumahnya yang lain, yaitu di sekitar Jagakarsa. Lokasi tersebut berada di tengah kampung berpenduduk asli Jakarta, yakni “Kampoeng Betawi”, sebagai kampung asli terakhir di Jakarta. Kampung ini adalah kampung yang dilestarikan pemerintah dengan lingkungannya yang masih murni, sebagai daerah konservasi air. Oleh karena itu, kampung ini masih dilingkungi oleh banyak pohon dengan udaranya yang masih segar, yang akan sangat sulit didapatkan di daerah lain di Jakarta. Kondisi tersebut sangat mendukung Puri Wangi karena tujuan treatment spa adalah tidak hanya untuk kulit luar saja, tetapi juga mencapai keseluruhan panca indera (penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, penciuman) yang dimiliki manusia yang merupakan salah satu komponen spa. Tak heran, saat perawatan, Anda dapat mendengar kicauan burung dan juga sejuknya pemandangan pepohonan di sekitar lokasi spa.

Sebagai seorang arsitek, Yanti pun mendesain rumahnya yang sekaligus dijadikan tempat spa tersebut dengan sangat unik. Bangunan berlantai tiga tersebut sebagian besar terbuat dari kayu, pondasi yang digunakan pun layaknya pondasi untuk bangunan tinggi sehingga rumah hasil karyanya tersebut terkesan kokoh, tapi asri dan nyaman. Yanti sengaja tidak menebang pepohonan di sekitar rumah agar lingkungan rumah masih terasa keasliannya dan dapat menyegarkan mata. Dan sesuai dengan makna Puri Wangi, yaitu rumah yang beraroma wangi bunga, Anda dapat merasakan kenyamanan saat berada di sana.

Kembali ke bisnis spa, Yanti mengakui, salon dengan treatment spa tersebut memang dibuatnya sesuai konsep syar’i. Berbagai perawatan yang tidak sesuai dengan aturan Islam tidak akan dilayaninya, seperti: rebonding dan spa vagina. Tak heran, soal penutup tubuh pun sangat diperhatikan Yanti, bahkan ia mendesain pakaian khusus untuk luluran agar aurat konsumen tetap terjaga. Yanti pun sangat menekankan kepada para kapsternya agar sebisa mungkin tidak melihat aurat konsumen demi kenyamanan.

Expand Fasilitas
Melihat begitu menjamurnya salon khusus wanita, Yanti pun mensiasati Puri Wangi dengan menambah fasilitas, yaitu fitnes. Fasilitas fitnes dan aerobik khusus wanita tersebut juga akan ditawarkan Yanti masih di lokasi yang sama. Tak hanya fasilitas fitnes, Yanti juga mengakomodasi para pria yang juga ingin perawatan dengan membuka Puri Bugar pada Mei 2010. Puri Bugar terletak di Jln. R.M. Kahfi I, Jagakarsa, karena letaknya yang strategis, tak heran, Puri Bugar sangat diminati. Karena animo pengunjung tinggi, baik pria maupun wanita, Puri Bugar pun melayani para wanita untuk perawatan sehingga Anda sekeluarga bisa langsung merasakan perawatan dari para kapster secara bersamaan tanpa perlu menunggu. Tentu saja, para pria ditangani oleh kapster pria juga dengan pakaian khusus (celana) untuk perawatan seperti lulur. Sementara, para wanita ditangani oleh kapster wanita. Soal ruangan, Anda juga tak perlu khawatir karena ruangan di Puri Bugar sudah didesain agar tidak tercampur antara pelanggan pria dan wanita sehingga tidak akan berpapasan. Terkait dengan pemisahan tersebut, Yanti menceritakan, pernah menolak tamu wanita yang ingin di-treatment oleh kapster pria, dan sebaliknya. Dengan demikian, konsep syar’i dari Puri Bugar juga tetap terjaga.

Berbagai perawatan yang ditawarkan Puri Wangi sangat beragam, mulai dari perawatan tubuh, perawatan wajah, tangan dan kaki, rambut, hingga paket pengantin dan pasca kelahiran. Intinya, dari ujung rambut hingga ujung kaki, Anda akan diperlakukan bak seorang putri di Puri Wangi.

Soal produk kosmetika, Yanti mengakui menggunakan produk kosmetik yang umum dijual di pasaran, khususnya yang terbuat dari herbal. Sementara dalam hal perawatan, Yanti menggunakan rempah-rempah tradisional, seperti jahe, daun sirih, dan serai. Tak hanya rempah-rempahnya yang tradisional, Yanti juga menggunakan istilah Jawa untuk nama produk perawatannya, seperti hasta lan samparan (manicure and pedicure), rikma (rambut), dan pujaraga (perawatan tubuh).

Untuk menggaet lebih banyak pengunjung, Yanti menawarkan paket khusus, yakni 4 jam 5 perawatan hanya dengan Rp150 ribu. Anda dapat memilih Paket Bugar: massage, lulur, masker, totok punggung, dan creambath, atau Paket Pujaraga: massage, lulur, masker, mandi rempah, dan perawatan wajah. Dalam waktu dekat, Yanti juga akan meluncurkan Paket Warni, yakni dua perawatan hanya Rp75 ribu, yang terdiri dari lulur dan creambath, lulur dan facial, atau mandi susu dan creambath. Dengan berbagai penawaran tersebut, tak heran, Yanti dapat mentargetkan omset hingga Rp30 juta per bulan.

Anda yang ingin mencoba salon dengan treatment spa dapat mengunjungi Puri Wangi di Jln. Nila 108 RT 02/01, Ciganjur, Jagakarsa, Jaksel, telp. 021 787 40 27, untuk reservasi, Anda dapat menghubungi 0812 915 0329. (ind)