23 Nov

Oleh Syaripudin Zuhri

Ada yang menggembirakan di tengah-tengah suhu yang menggigilkan, di bulan – bulan menjelang Idul Adha ini, di Moskow, Rusia akan anda temukan orang-orang yang lalu lalang, terutama di Bandara, baik di Bandara Sheremetyevo 2 maupun Bandara Domodidovo. Pemandangan yang tak biasa bagi negara yang pernah menganut paham komunis dan rezim pemerintah yang sangat anti kepada agama.

Ketika saya mengantar teman yang akan menunaikan ibadah haji, ada pemandangan yang menarik perhatian saya, saat itu di Bandara Sheremetyevo 2, Moskow, Rusia, baru menunjukkan pukul 09.45 wm, udara cukup cerah, tapi suhu yang berkisar diantara 3-5 derajat C,  cukup membuat badan kedinginan dan rasa dingin itu berubah menjadi hangat ketika masuk ke Bandara tadi. Tidak seramai dengan Bandara Domodidovo yang baru saja di renovasi, namun belum selesai.

Karena take off masih lama sekitar jam 14.40 wm, saya dan teman-teman yang akan berangkat haji, mampir dulu di kafe yang berada di ruang tunggu Bandara Sheremetyevo 2 ini, lumayan buat menghangatkan badan yang dingin saat di mobil tadi, dengan teh, kopi serta kacang asin, roti dan lain-lain membuat suasana lebih nyaman. O .. ya perjalanan dari central Moskow tadi ke Bandara hanya ditempuh dengan waktu hanya setengah jam saja, kok bisa? Ya alhamdulillah, karena selain libur hari Minggu, di Rusia memang tiga hari sebelumnya, dari hari Kamis, Jum’at dan Sabtu sedang libur.

Sebenarnya libur nasionalnya hari Kamis, dan hari Jum’at yang menjadi”harpitnas” Hari Kejepit Nasional di Rusia, juga diliburkan, hanya konsekwensinya hari Sabtu mendatang mereka akan masuk kerja, yang biasanya libur. Itu menjadi kebiasaan di Rusia menggeser hari yang kejepit menjadi hari libur, sehingga libur panjang 4 hari berturut-turut dapat dinikmati masyarakatnya, ya salah satu hikmahnya perjalanan menjadi lancar dari pusat kota Moskow ke Bandara, yang biasanya bisa memakan waktu tak kurang dari satu sampai dua jam.

Kembali kepada yang menarik perhatian saya, apa itu ? Ya apa lagi kalau bukan tentang haji, kalau rombongan haji di Indonesia, kita akan melihat keseragaman, ya pakainnya, ya astributnya. Tapi rombongan haji di Rusia anda tak akan menemukan itu, namun anda dapat melihat perbedaannya dengan cara pakaian yang dikenakan. Ya, orang -orang dari Rusia yang akan melakukan ibadah haji, bagi yang laki-laki mereka sudah langsung memakai songkok haji, yang berwarna putih atau warna lainnya. Sedang bagi jamaah haji wanita, mereka sudah memakai jilbab, yang tentu saja berbeda-beda warnanya, karena belum diseragamkan.

Nah coba, rombongan haji dari Rusia, sekarang fakta bicara. Suatu hal yang dulunya di jaman komunis di Rusia( waktu itu Uni Soviet), dimana orang yang akan melakukan ibadah haji hanya mimpi, karena memang dilarang saat itu! Sampai-sampai untuk melaksanakan mimpinya, kaum muslimin di Uzbekistan yang saat itu masih bagian dari Uni Soviet, cukup terhibur dengan melukan “ibadah haji” ke makam pendiri tarekat Nakhsabandiyah, di lokasi pemakaman tersebut dibuat tiruan Ka’bah! Ya apa boleh buat, saat itu memang agama menjadi musuh yang harus diperangi oleh rezim komunis yang berkuasa, karena agama dianggap candu.

Rombongan jamaah haji Rusia sedang menunggu pemberangkatan di Bandara, setelah mereka dibagi-bagikan paspor dan tiket oleh ketua rombongan di Bandara Sheremetyevo 2, suatu hal yang menarik perhatian, yang tak akan pernah terjadi di jaman komunis! Alhamdulillah komunis sudah hancur!

Setelah komunis bubar di tahun 1991, dua dekade terakhir, mulaialah agama kembali menggeliat, Islam mulai bergerak dan di negara-negara bekas Uni Soviet, yang sekarang menjadi negara-negara merdeka yang berdiri sendiri, seperti Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenista, Kazastan dan lain-lain telah berdiri ribuan masjid, hanya dalam waktu dua dekade!

Dengan demikian Islam kembali jaya dan berkembang begitu pesat di negara eks komunis. Nah karena dalam rukun Islam ada kewajiban haji bagi yang mampu, maka otomatis setelah komunis bubar di kandangnya sendiri, maka orang Rusia yang mampu melakukan ibadah haji mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, apa lagi setelah Saudi Arabia membuka kedutaannya di Rusia, peningkatan jamaah haji dari Rusia semakin pesat.

Loh apa hubungannya? Dengan di bukanya kedutaan Saudi Arabia di Moskow, Rusia, maka pengurusan visa haji menjadi lebih mudah, yang kalau ditarik mundur ke belakang, sekitar dua dekade lalu, kota Moskow tak tercatat dalam daftar nama-nama kota besar di Jeddah, karena waktu itu Saudi Arabia tak punya hubungan diplomatik dengan Rusia, sehingga pengurusan visa menggunakan pihak negara ketiga, bagi warga negara asing yang ingin melakukan haji dari Rusia, sedangkan orang Rusianya sendiri yang muslim dilarang!

Namun pelarangan itu sekarang tak berlaku, komunis sudah hanncur, Allah SWT kembali menujukkan kekuasaanNya, walaupun Islam di bungkam selama 7 dekade atau 70 tahun, tapi Islam tak bisa mati dan dimatikan manusia! Dengan kekejaman rezim komunispun, di Rusia Islam tetap hidup! Islam tetap bertahan dan ummat Islampun tetap tabah dengan tekanan yang sangat dasyat di jaman komunis, bahkan sampai jilbabpun jaman itu dibakarin, karena dianggap mengganggu emansipasi wanita! Dan masjipun banyak yang diruntuhkan atau dialihkan fungsinya menjadi gudang! Astagifrullah.

Alhamdulillah kini komunis sudah hancur, dan kaum muslimin yang menjadi penduduk terbesar ke dua di Rusia, setelah kristen ortodok, kini kembali leluasa untuk menjalankan ibadahnya, termasuk melakukan ibadah haji. Perlengkapan hajipun, seperti kain ihrom, sejadah, al Qur’an, tasbih dan lain sebagainya mudah didapat, terutama di kios-kios yang berada disekitar masjid di Moskow atau diberbagai kota Rusia lainnya.

Lihatlah wajah-wajah mereka, wajah wajah yang dijaman komunis dulu tertekan dalam menjalankan ibadah, kini mereka leluasa, kini mereka bebas menjalakan ibadah, tanpa takut dimata-matai oleh KGB! Selamat jalan wahai para tamu Allah yang datang dari negera eks komunis, Rusia. Selamat menjalan ibadah haji, semoga mendapat haji yang mambrur, wahai yang sedang berbahagia, sambutlah panggilanNya.

Maka lafaz telabiyahpun akan menggema dari penduduk muslim Rusia yang melakukan ibadah haji, “lebaik allahumma lebaik, lebaik lasyarikalaka lebaik, innal hamda, wannikmata, lakawalmulk, laa syarikala ” Aku penuhi panggilanmu ya Allah ….! Selamat datang wahai para tamu Allah, selamat menjalankan ibadah haji, semoga mendapat haji yang mambrur, yang tak ada balasannya, kecuali syurga.

Dengan Jamaah haji yang kian meningkat di Rusia, itulah tanda yang paling kongkrit bagi perkembangan Islam di Rusia dewasa ini. Insya Allah di tahun-tahun mendatang yang berangkat haji bukan hanya golongan tua, yang memang tertekan pada jaman komunis dulu, mereka mau haji tapi dilarang! Kebahagiaan mereka yang terpancar diwajahnya. Ka’bah memang merindukan mereka dan merekapun merindukan Ka’bah!

Jelas sekali terlihat wajah-wajah yang tulus ikhlas menyambut panggilan nabi Ibrohim yang sampai ke ujung utara bumi, termasuk ke Rusia! Sekali lagi selamat jalan jamaah haji Rusia, selamat menunaikan ibadah haji, semoga menjadi haji yang mabrur! Dan katakan kepada Rusia: “Islam akan jaya di Rusia!” Insya Allah.