Mengunjungi kawasan wisata Banten lama memang boleh dibilang dengan kunjungan kebudayaan Banten tempo dulu yang sarat dengan nuansa Islam. Tapi tidak hanya itu, di kawasan ini juga terdapat sebuah peninggalan Belanda berupa reruntuhan benteng yang dikenal dengan nama Speelwijk. Adanya beberapa makam dengan bentuk khas eropa disekitar benteng semakin melengkapi budaya barat tempo dulu di objek misata ini. Lokasi Benteng Speelwijk ini tidaklah terlalu jauh dari maskot utama propinsi banten (Mesjid Agung Banten) yakni hanya berjarak sekitar 500 meter ke arah utara. Jalan berupa aspal mulus menjadikan semua jenis kendaraan sah-sah aja digunakan untuk mencapai objek wisata ini. Dari jalan raya ini, anda nantinya akan berhenti di sisi timur dari benteng Speelwijk yang berupa sebuah tembok dengan ketinggian kira-kira 2 meter dan beberapa makam kolonial Belanda dapat dilihat dengan jelas pada sisi timur ini.
Sempat bingung mesti masuk darimana untuk melihat bagian dalam dari benteng ini. Untunglah, segerombolan anak SD sepulang dari sekolah, dua diantaranya menawarkan diri untuk memandu kami. Dimulai dengan mengamati makam peninggalan belanda yang ada disisi luar benteng. Sebuah bangunan persegi dengan lengkungan dibagian atasnya, semakin menguatkan bahwa makam ini memiliki arsitektur eropa. Sayangnya sebilah pedang yang seharusnya terpasang pada salah satu dindingnya sudah tidak ada lagi disana, raib entah kemana. Pada makam lainnya terdapat sebuah batu nisan berbentuk persegi dengan tulisan berbahasa Belanda yang cukup jelas terbaca. Sebuah angka penunjuk tahun 1769 terukir dibatu nisan tersebut, yang jika hal itu benar berarti umur makam itu sudah mencapai lebih dari 3 abad.

Meskipun tidak utuh lagi, dibeberapa sudut benteng ini masih meninggalkan bentuk bangunan yang masih bisa dinikmati. Pada bagian utara, walaupun tidak utuh tetapi masih dapat dilacak fungsi dan kegunaannya. Ruangan dibawah tanah diduga merupakan ruangan yang dipakai sebagai kamar tahanan khusus dan tahanan biasa. Dibagian tembok masih berdiri sebuah bangunan utuh yang menempel diatas tembok itu, diduga sebagai tempat mengintai dan pertahanan penjaganya. Tembok benteng itu, diduga mempunyai dua fungsi, yakni sebagai pertahanan dan pemukiman. Disalah satu sisinya tampak sebuah lobang yang diperkirakan merupakan bekas hantaman peluru meriam. Sebuah makam Belanda yang berukuran besar. Pada dinding makam ini seharusnya terdapat sebilah pedang, namun telah raib entah kemana …

Dari sejarah yang ada, benteng ini didirikan pada tahun 1682 dan telah mengalami perluasan pada tahun 1685 dan 1731. Berfungsi untuk mengontrol segala kegiatan yang berkaitan dengan kesultanan banten dan juga sebagai tempat berlindung/bermukim bagi orang Belanda. Dengan adanya benteng ini semakin mengokohkan posisi Belanda dalam usahanya memonopoli perdagangan merica yang berasal dari Lampung Selatan untuk kemudian dijual lagi kepada pedagang-pedagang asing yang berasal dari Cina, Malaysia, Arab, India dan Vietnam.

Apa yang nampak saat ini dari Benteng Speelwijk adalah sebuah sisa bangunan, dengan bagian tengah dalam benteng ini sudah berubah fungsi menjadi lapangan sepakbola dengan berbagai kedai/warung yang berada di tepi lapangan. Terlebih ketika saya mengutarakan untuk mendatangi salah satu sudut benteng, guide kecil saya berkata

“Jangan pak, sebaiknya jangan kesana, tempat itu bau dan jorok sekali karena banyak bekas orang buang air kecil/besar ditempat tersebut”

“Ha ….. ……

Penulis : Silhouette
Lokasi : Banten, Kasemen, Serang
Fotografer : Silhouette
Sumber : Navigasi.Net