voa-islam

VOA-ISLAM.COM – Terbukti membakar beberapa buah mushaf Al-Qur’an melalui gambar video,  enam orang ditahan kepolisian Northumbria.

Seorang petugas kepolisian Northumbria, Amerika Serikat membenarkan pihaknya telah menahan enam orang karena membakar Al-Qur’an. Dua dari enam tersangka itu ditangkap Rabu (15/9/2010), sedangkan empat tersangka lainnya Rabu kemarin (22/9/2010). Keenam pria tersebut ditangkap setelah polisi menemukan bukti video rekaman yang diposting melalui situs jejaring video.

“Penahanan itu menyusul pembakaran Al-Qur’an di Gateshead, Inggris Utara pada 11 September,” kata juru bicara kepolisian yang enggan menyebutkan namanya, Kamis (23/9). “Kejadian itu terekam dalam video yang ada dalam internet,” tambahnya.

Dalam video tersebut, nampak gambar enam pemuda mengenakan tutup kepala dan wajah dengan sorban. Sambil  memperlihatkan mushaf Al-Qur’an di depan kamera, mereka menyiramkan bensin lalu membakarnya hingga menjadi abu.

Peristiwa pembakaran itu direkam di belakang sebuah kedai minum (pub) The Bugle di Leam Lane, Gateshead. Mereka bersorak kegirangan saat mushaf Al-Qur’an terbakar.

Atas kejadian itu, pihak kepolisian Northumbria tidak menahan sejumlah orang yang menyaksikan atau mendistribusikan video kejadian itu namun hanya menahan para pelaku pembakaran.

Keenam orang ini ditahan atas tuduhan memicu kebencian rasial dan melanggar Undang-undang Ketertiban Umum Inggris tahun 1986 pasal 21 yang berbunyi: “Seseorang yang menyebarkan, atau menunjukkan atau memainkan, sebuah rekaman visual atau suara yang mengancam, melecehkan atau menghina dinyatakan bersalah jika dia dengan sengaja bertujuan untuk memicu kebencian rasial”.

Menaggapi aksi biadab itu, Pemerintah Inggris mengecam keras karena dinilai dapat membuat perpecahan di kalangan masyarakat.

“Pemerintah mengutuk keras setiap usaha yang menciptakan perpecahan di masyarakat. Kami telah berkomitmen untuk memastikan setiap warga negara bebas menjalani kehidupan mereka tanpa rasa takut dihina dan dilecehkan karena karakter tertentu yang dimilikinya, seperti agama,” ujar pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Inggris, Rabu, 22 September 2010, seperti dilansir dari harian The Guardian.

Sementara itu, Peneliti senior dari Departemen Pertahanan Inggris, Rachel Riggs, mengatakan bahwa penyebaran video ini akan membahayakan pasukan mereka di Timur Tengah. Dia juga memperingatkan resiko Inggris akan semakin menjadi incaran teroris akibat penyebaran video ini.

…Ide pembakaran Al-Quran itu dicetuskan oleh seorang Terry Jones, seorang pastur di Florida, AS. Meski Jones membatalkan niatan itu, namun dilaksanakan oleh pengikutnya, pastur Bob Old dan Danny Allen…

Ide pembakaran Al-Quran pada peringatan tragedi 11 September 2001 atau yang dikenal sebagai 9/11 (nine eleven) itu dicetuskan oleh seorang Terry Jones, seorang pastur di Florida, AS. Meski Jones membatalkan niatan itu, namun beberapa pengikutnya tetap melaksanakan pembakaran mushaf Al-Quran, antara lain pastur Bob Old dan Danny Allen. Kemudian diikuti oleh beberapa pengikut lain dari kalangan raykat biasa. Pastur Bob Old sempat dikabarkan tewas terpanggang dalam sebuah kecelakaan mobil. Kabar yang beredar di forum-forum itu belum bisa dikonfirmasikan. [taz/tin]