Springfield, Tenn – Meskipun berlipat-lipat permohonan untuk mempertimbangkan kembali aksi membakar Al-Quran, dua pemimpin agama setempat melakukan pembakaran Al-Quran di halaman belakang Springfield, Sabtu sore.

Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen keduanya memiliki alasan yang berbeda untuk membakar kitab suci umat Islam tersebut, tapi mereka mengatakan tidak ada hubungannya dengan masjid yang dibangun dekat ground zero.

“Ini tentang iman, ini tentang cinta, tapi Anda harus memiliki buku yang benar di belakang Anda. Ini adalah buku kebencian, bukan buku tentang cinta,” kata Old sambil memegang sebuah Al-Quran.

Kedua orang tersebut mengatakan mereka membakar buku-buku untuk mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat dan orang-orang Amerika. Ini adalah tindakan yang telah dikecam oleh kelompok Kristen, politisi dan bahkan beberapa anggota keluarga mereka.

Tiga perempuan yang berdiri di luar rumah Old memegang tanda untuk memprotes pembakaran Al-Quran yang dilakukan oleh dua pria itu.

“Seseorang harus membela pasukan,” kata Ashley Parsons.

Suami Parsons sedang bertugas di Afghanistan. Ini adalah pejalanan kelima tugas suaminya. Parson mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan kedua pria itu benar-benar memalukan, seseorang harus merayakan tragedi nasional dengan cara seperti itu. Persons juga mengatakan kalau mereka mengabaikan peringatan presiden dan pemimpin-pemimpin militer mengenai pembakaran Al-Quran yang bisa membahayakan pasukan di luar negeri seperti di Afganistan.

“Aku sangat marah,” kata Parsons. “Aku sangat sangat sangat marah dan takut. Aku takut untuk suamiku. Aku takut untuk teman-temanku dan semua orang yang melindungi kami.”

– WSMV.COM –