11 September 2010 – 22:59 WIB
Jerry Omona/Yon Thayrun
Pastor John Djonga

VHRmedia, Jayapura – Pastor John Djonga, penerima penghargaan Yap Thiam Hien Award 2009 mengecam rencana Terry Jones membakar Al Quran sebagai wujud peringatan serangan 11 September di Amerika Serikat. John Djonga menyatakan, Terry Jones adalah manusia tidak waras dan hanya ingin mencari sensasi.

“Saya tidak melihat dia orang yang waras, karena jika dia orang waras, dia pasti bisa berpikir bahwa tindakannya itu akan berakibat buruk bagi umat nasrani dan muslim,” kata Pastor John, Sabtu (11/9).

Menurut John Djonga, dengan hanya memiliki 50 pengikut, Terry Jones pasti tidak akan melaksanakan rencananya membakar Al Quran. “Saya kira kita tidak usah membesarkan masalah ini, karena ini hanya akan memperuncing keadaan, biarlah pemerintah Amerika yang akan menyelesaikannya,” kata Pastor John.

John Djonga berpendapat, jika Terry Jones memiliki pendidikan kependetaan yang baik, tentu tak akan ada rencana seperti itu. Bagi dia, Terry Jones tak punya pilihan untuk membakar Al Quran kecuali harus berserah diri dan meminta maaf pada dunia. “Pendidikan kependetaannya itu kita pertanyakan, jika memang benar dia itu pendeta, tentu tak akan ada rencana buruk itu, saya kira dia sudah dirasuki setan,” tegasnya.

Meski Terry Jones mengungkapkan akan membatalkan rencananya itu, namun tidak mudah bagi umat muslim menerimanya. “Jika kita umat muslim dan Kristen menanggapi rencana Terry Jones, sebenarnya kita yang kalah, sebaliknya kita diam saja,” kata Pastor John.

Peringatan 11 September jangan dibalas dengan membakar Al Quran, karena kitab suci itu tidak salah. Simbol-simbol keagamaan tidak boleh dijadikan korban untuk mempopulerkan nama seseorang. “Pemerintah Amerika pasti sudah memiliki jalan keluar untuk tidak memperkeruh masalah ini, saya kira kita dari Indonesia menunggu saja apa yang nanti akan diputuskan, bagi saya Terry Jones memang harus dihukum meski negara itu menganut paham kebebasan menghargai pendapat orang lain,” jelasnya. (*)

Foto: VHRmedia/Jerry Omona