Nusantara / Sabtu, 11 September 2010 22:48 WIB

Metrotvnews.com, Cianjur: Jalur Puncak-Cianjur, Jabar, Sabtu (11/9), padat. Antrean panjang kendaraan sempat terlihat di beberapa titik rawan macet, seperti di depan Pasar Cipanas dan Jalan Raya Pasekon.

Antrean panjang terlihat pula di Jalan alternatif Mariwati-Cipanas. Para pendatang memadati kawasan yang banyak terdapat villa dan perumahan mewah seperti Kota Bunga dan Green Apel.

“Saya sempat terjebak selama satu jam di jalan ini. Volume kendaraan cukup padat tapi petugas di beberapa perempatan terlihat kurang,” kata Ayung (39) pendatang asal Jakarta.

Jalur alternatif tersebut, setiap libur panjang dipadati pendatang yang hendak menghabiskan liburan. Antrean panjang kendaraan mencapai dua kilometer setiap jam. Namun petugas yang mengatur lalu lintas di jalur tersebut, hanya terlihat beberapa orang. Sehingga kemacetan di jalur tersebut sulit diputus karena pengemudi saling berebut untuk melintas dan ditambah adanya pasar tumpah di jalur yang sama.

“Kami telah menambah personel sejak dua hari yang lalu, guna memutus rantai kemacetan di jalur alternatif itu. Namun ada beberapa faktor lain penyebab kemacetan,” kata petugas yang minta namanya tidak dicantumkan.

Dia menambahkan, guna memutus rantai kemacetan di jalur tersebut, pihaknya terpaksa memasang jalur pemisah. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi kemacetan. “Faktor utama selain pasar tumah di Komplek Pasar GSP, banyak pengemudi yang berbalik arah sembarangan, sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan,” tambahnya.

Sementara itu, pemandangan yang sama terlihat di beberapa titik rawan kemacetan di Jalur Puncak-Cianjur, seperti Pertigaan Hanjawar, Pasar Cipanas dan Jalan Raya Pasekon. Banyak terdapat rumah makan dan hotel.

Antrean kendaraan di beberapa tempat tersebut mencapai lima kilometer. Laju kendaraan berjalan perlahan, bahkan terhenti selama beberapa menit.(Ant/BEY)