Kamis, 24 Juni 2010 | 13:51 WIB
KBRI Beirut

Juru masak Indonesia berfoto bersama GM Phoenician dan para pramusaji.

KOMPAS.com — Makanan mencerminkan budaya. Maka untuk memperkenalkan Indonesia dan budayanya, KBRI mendatangkan juru masak asal Indonesia ke Beirut. Hidangan yang disajikan juru masak itu pun menjadi sajian istimewa bagi para agen perjalanan Lebanon pada acara Indonesian Cuisine Week di Hotel Phoenicia, Beirut. Lewat jalur kuliner itu diharapkan nama Indonesia bisa semakin terdengar di sana.

“Selama satu minggu ke depan, hotel bintang lima di Lebanon ini menyuguhi hidangan khas Indonesia pada makan siang dan malam,” kata RA Arief, Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Beirut, seusai membuka acara tersebut pada Selasa (22/6/2010) dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi.

Menurut Arief, pihaknya sengaja mengundang para agen perjalanan dan pimpinan maskapai penerbangan internasional di Lebanon pada malam pembukaan ini. “Karena mereka merupakan ujung tombak penggaet turis asing dari berbagai negara ke Indonesia,” ujar Arief.

Tidak hanya makanan Indonesia yang disajikan, para seniman KBRI Beirut juga mementaskan lagu-lagu modern dengan iringan alat-alat musik tradisional Indonesia, seperti angklung, perkusi, dan gamelan. Tari topeng khas Jawa Barat ikut pula dipentaskan untuk menjamu undangan.

“Penampilan seni musik dan tari Indonesia ini akan mengiringi hingga beberapa hari ke depan sepanjang acara Indonesian Cuisine Week di hotel ini,” kata Ahmas Syofian, Sekretaris Ketiga Pensosbud KBRI Beirut.

Di pojok dan tengah ruangan, tataan dekorasi khas Indonesia menghiasi meja-meja buffet yang menjadi tempat sajian aneka makanan Tanah Air, seperti gado-gado, sate padang, soto madura, gudeg, dan ayam rica-rica. Sementara di pintu masuk restoran, video/film-film tentang potensi wisata Indonesia ikut ditayangkan. Setiap tamu yang mampir ke restoran juga mendapatkan brosur-brosur promosi pariwisata Indonesia.

Tidak ketinggalan ibu-ibu Dharma Wanita KBRI juga memasok aneka makanan ringan guna melengkapi sajian Indonesia selama acara tersebut.

Hal menarik lainnya malam itu adalah Miss Lebanon Martine Andraos yang baru saja kembali dari kunjungannya ke Indonesia ikut duduk di antara yang hadir. Kepada wartawan, Martine menyampaikan pengalamannya mengunjungi Padang, Jakarta, Bandung, dan Bali.

“Acara ini mengingatkan saya ketika menyantap makanan Indonesia di tengah sawah sambil melihat petani yang bercanda dengan kicau burung. Di kejauhan terlihat bukit hijau dan di sudut lain kita terpesona dengan pemandangan laut birunya,” ungkap peserta Miss Universe dan Miss World 2009 itu membayangkan makan siang di sebuah restoran di Bali minggu lalu.

“Indonesia merupakan paket yang lengkap, di mana tradisi dan alam yang indah berdampingan dengan kemajuan industri dan teknologi,” tutur Martine bersemangat.

Pada saat yang sama, Gerog Weinlaender, GM Hotel Phoenicia, menjelaskan, “Indonesia memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata. Kegiatan Indonesian Cuisine Week diharapkan dapat menarik minat dan memperkenalkan Indonesia kepada para tamu yang tengah berlibur di Lebanon.”

Phoenicia merupakan salah satu hotel berbintang lima di Lebanon. Setiap musim libur (Juni-September), hotel ini menjadi tempat hunian favorit para turis asing dari Eropa dan Timur Tengah.