Rabu, 16 Juni 2010 | 21:19 WIB

SEMARANG, KOMPAS – Menjelang liburan sekolah, maskapai penerbangan bersiap dengan kemungkinan peningkatan tingkat keterisian penumpang atau load factor. Selain berencana menambah jadwal penerbangan, program liburan pun ditawarkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air misalnya, akan menambah frekuensi penerbangan Semarang-Jakarta dari dua kali sehari menjadi tiga kali sehari. District Manager Sriwijaya Air Semarang Hendrik Ardiyansah, Selasa (15/6), di Kota Semarang, mengatakan, penambahan jadwal itu dimulai bulan ini.

Hendrik menjelaskan, di musim liburan atau peak season, tingkat keterisian penumpang bisa mencapai 97 persen. Sedangkan keterisian penumpang rata-rata bulan April-Mei berada pada kisaran 91 persen untuk rute Semarang-Jakarta.

Sementara untuk Semarang-Surabaya, tingkat keterisian penumpang mencapai 95 persen. Jadwal penerbangan Semarang-Surabaya juga akan ditambah menjadi dua kali, khusus hari Jumat dan Minggu.

“Musim liburan kali ini, kami perkirakan berlangsung mulai 15 Juni-15 Juli. Kami juga menawarkan program khusus diskon 20 persen untuk semua rute dan jurusan, untuk siswa berprestasi,” kata Hendrik.

Ranking 1-5

Potongan tersebut diberikan untuk siswa sekolah dari SD-SMA yang mendapat ranking 1-5 di kelasnya. Tidak hanya untuk siswa yang bersangkutan, diskon juga diberikan untuk dua orang pendampingnya.

Menurut Hendrik, pemberian diskon untuk siswa berprestasi itu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.

Maskapai penerbangan Batavia Air, meskipun tidak memiliki program khusus, tetap bersiap menghadapi musim liburan.

Distrik Manager Batavia Air Agnes Tjahjani mengatakan, pihaknya masih akan melihat permintaan masyarakat. Jika ada lonjakan permintaan, penambahan jadwal akan dipertimbangkan.

“Selama ini load factor Jakarta-Semarang sangat bagus, bisa mencapai rata-rata 90 persen, terutama sejak awal 2010. Kami optimistis di musim liburan load factor akan lebih tinggi,” kata Agnes.

Sementara itu, PT Kereta Api Daerah Operasional IV Semarang menyiapkan hal serupa untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Humas PT KA Daop IV Sapto Hartoyo menyampaikan, jika permintaan melonjak, rangkaian kereta akan dimaksimalkan.

“Untuk KA Argo Muria dan Argo Sindoro, misalnya, dari tujuh rangkaian, akan dimaksimalkan menjadi sembilan rangkaian. Kami memperkirakan puncak kepadatan penumpang akan terjadi di akhir masa liburan. Di awal, biasanya yang ramai dari Jakarta,” ujar Sapto. (UTI)