HIMPUH News

25 Maret 2010 – 12:43 WIBB
JAKARTA- Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) menghendaki pengurusan haji khusus dikembalikan ke khittahnya. Ini artinya biro penyelenggara umrah dan haji khusus harus memberikan pelayanan yang baik pada jamaah, tak sekadar memberangkatkan dan memulangkan.

Kami menghendaki pengurusan haji khusus dikembalikan ke semangat awal kelahirannya. Sebab pada awalnya, kelahiran program ini adalah untuk melayani mereka yang tak memiliki banyak waktu dan membutuhkan pelayanan dalam berhaji, kata Ketua Umum HIMPUH, Baluki Ahmad, di Jakarta, Kamis (11/2).

Baluki yang berbicara di sela-sela Musyawarah Kerja (Muker) I HIMPUH mengatakan, pelayanan yang lebih baik harus menjadi perhatian bagi biro penyelenggara umrah dan haji khusus. Tak hanya sekadar memberangkatkan dan memulangkan jamaah. Dalam pengamatannya selama ini, kata Baluki, ada pergeseran dari semangat wal kelahiran program haji khusus tersebut. Ada biro penyelenggara umrah dan haji khusus, yang tak terlalu memperhatikan pelayanan bagi para jamaahnya. Memang, ungkap Baluki, mungkin masyarakat tak mengeluh atas pelayanan yang seperti itu. Namun, mestinya hal itu tak dilakukan oleh biro penyelenggara. Ia mengakui, memang sudah ada standardisasi dalam pelayanan namun ternyata pengawasannya longgar.

Baluki juga berharap, kuota jamaah haji khusus tak lagi pada perorangan. Namun mestinya, dikembalikan ke penyelenggara atau biro perjalanan umrah dan haji khusus. Dalam hal ini, kami tetap sepakat dengan sistem first come first serve. Namun, ujar Baluki, kembalikan pengurusan kuota tersebut ke biro penyelenggara umrah dan haji khusus. Dalam Muker, kata dia, juga dibahas mengenai sejumlah masalah krusial, di antaranya masih perlu tidaknya pola pendaftaran haji khusus seperti yang selama ini berlaku. Di sisi lain, Baluki juga mengungkapkan kekecewaannya kepada Kementerian Agama. Sebab, Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali, ataupun pejabat Kementerian Agama lainnya tak satu pun yang hadir dalam Muker itu.

(http://bataviase.co.id)