Minggu, 11 April 2010

Ungkapan tersebut diatas merupakan sesuatu yang disampaikan oleh ustadzah Hj. Irena Handono pada acara Tabligh Akbar, di desa Sei Sengkol, Kec. Sunggal, Deli Serdang pada Hari Minggu, 11 April 2010. Ustadzah yang pertama kali mengucap syahadat tahun 1983 itu menyatakan sering kali dihujat sebagai “Mantan Kafir”, namun jelasnya bahwa dirinya malah bersyukur dihujat demikian karena menandakan bahwa dirinya hanyalah mantan, dan bukan “Kafir”, dimana saat memeluk Islam, dirinya telah mendapatkan hidayah dari Allah SWT.

 

Dalam acara yang dihadiri ribuan umat muslim yang  juga jemaah dari majelis taklim Rodhiatam Mardhiah pimpinan ustadz H. Mhd Fauzi, serta dihadiri oleh Ketua MUI Sumut yang diwakili oleh DR. H. Syafii Siregar MA serta Camat Sunggal dan aparat lainnya, Hj. Irena Handono juga mengingatkan akan peradaban atau kebudayaan asing yang kelak akan mengalahkan umat muslim dan bukannya oleh senjata.  Contohnya adalah para remaja yang lebih banyak berada di mall dibandingkan yang pergi ke masjid. Hal-hal seperti inilah salah satu yang akan menjadi alat pengikisan iman dan akidah bagi umat muslim.

Dalam pengkajian kaidah-kaidah agama, ustadzah yang juga memberikan ceramahnya di beberapa tempat selama di Medan ini mengungkapkan bahwa dirinya memeluk Islam saat mendapatkan kenyataan bahwa Islam merupakan agama yang sangat lengkap menguraikan hal ikhwal tentang dunia dan akherat, kasih sayang, terutama tentang Allah yang Esa yang tidak berwujud dan tidak memiliki kesamaan dengan manusia ciptaanNya.

 

 

 

(wishnu al bataafi/multazam news)