HIMPUH News

24 Pebruari 2010 – 13:08 WIBB
Keberangkatan Jamaah Umrah Tertunda
Keberangkatan Jamaah Umrah Tertunda Rabu, 24 Februari 2010 pukul 07:33:00 JAKARTA — Rencana keberangkatan jamaah umrah Indonesia ke Tanah Suci pada Rabiul Awal, yaitu akhir Februari hingga pertengahan Maret 2010 mendatang, dikhawatirkan tertunda. Sebab, sebagian besar jamaah belum mendapatkan visa. \Saya perkirakan dari 18 ribu jamaah umrah Indonesia yang semestinya berangkat pada Rabiul Awal ini, hanya 3.000 hingga 6.000 yang bisa memperoleh visa,\ kata Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Baluki, di Jakarta, Selasa (23/2). Dengan kondisi seperti ini, jelas Baluki, keberangkatan jamaah tersebut tentu akan tertunda. Mereka rugi waktu dan kemungkinan akan sulit menggeser kembali waktunya, jika memang biro penyelenggara umrah dan haji melakukan penjadwalan ulang keberangkatan mereka. Baluki mengatakan, biro penyelenggara umrah dan haji juga kelimpungan harus menanggung pembatalan penerbangan yang telah dipesan. Demikian pula, dengan akomodasi hotel serta makanan yang telah dipesan sebelumnya. Sebab, mereka tak bisa memberangkatkan jamaah sesuai jadwal. Menurut Baluki, masalah ini disebabkan kondisi aturan visa yang belum disiapkan secara matang oleh para agen penyelenggara di Arab Saudi. Hal ini, ujar dia, berujung pada terhambatnya persetujuan (approval) untuk permohonan visa (mofa) bagi jamaah umrah. Jika telah ada mofa, jelas Baluki, biro penyelenggara umrah dan haji bisa mendapatkan visa dari Kedubes Arab Saudi di Jakarta. Sebenarnya, kata dia, tak ada masalah dengan pihak Kedubes yang ada di Jakarta. Masalahnya, ada di Arab Saudi. Berdasarkan ketentuan Pemerintah Arab Saudi, persyaratan untuk persetujuan visa untuk jamaah umrah adalah harus mencantumkan kepastian paket akomodasi dari masing-masing agen, terutama kontrak kamar hotel. Sebelum aturan tersebut diberlakukan, biro penyelenggara dari luar negeri masih bisa menjalin hubungan langsung dengan pihak hotel di Makkah atau Madinah. Tapi, kini kontak dengan pihak hotel sekaligus permohonan visa sudah menjadi tanggung jawab pihak agen Arab Saudi. Baluki mengatakan, sebenarnya ketentuan ini sudah sejak tahun lalu mau diterapkan. Namun, beberapa negara, seperti Iran dan Mesir memprotesnya sehingga ditunda sampai tahun ini. \Kita harap agen di Arab Saudi bisa segera membereskan masalah ini,\ katanya. Lebih jauh, Baluki berharap ada celah serta kemudahan terhadap jamaah Indonesia untuk memperoleh persetujuan visa terlebih dahulu. Khusus bulan Maret ini, hendaknya ada kelonggaran agar jamaah yang sudah terjadwal bisa berangkat,\ katanya. Baluki khawatir, kondisi ini akan mengganggu proses penyelenggaraan ibadah umrah secara keseluruhan. Sebab, biro penyelenggara umrah dan haji sudah siap memberangkatkan jamaah. Bahkan untuk hotel, penerbangan, transportasi bus, dan katering, telah dilakukan pembayaran. Tahun ini, calon jamaah umrah asal Indonesia diperkirakan mencapai 210 ribu orang. Jumlah ini jauh lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 130 ribu jamaah. yusuf assidiq, ed: ferry